Baznas kerahkan 100 personel dukung aksi bela Palestina di Monas

id bela palestina,baznas

Aksi-aksi dalam membela Palestina menyusul kebijakan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Jakarta (ANTARA News) - Badan Amil Zakat Nasional menerjunkan 100 tenaga medis, relawan, tenaga penyelamatan dan amil untuk melayani peserta Aksi Indonesia Bersatu untuk Palestina di seputaran Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu.

Aksi yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian atas tertindasnya bangsa Palestina itu rencananya akan diikuti oleh 2 juta orang dengan pakaian serba putih.

Deputi Baznas Arifin Purwakananta mengatakan pihaknya menyiapkan layanan penuh untuk para peserta aksi sebagai bentuk dukungan moral kepada rakyat Palestina dan Muslim di dunia.

"Rumah Sehat Baznas (RSB), Baznas Tanggap Bencana (BTB) dan Layanan Aktif Baznas (LAB) akan memaksimalkan tugasnya dalam pelayanan umat pada koridor kerja masing masing," katanya.

Dia mengatakan bahwa aksi Baznas dipusatkan di tenda layanan yang terletak di luar arena aksi utama di sekitar Monas. Di dalam posko tersebut, Baznas juga memberikan layanan dapur air, tenda istirahat, layanan informasi orang hilang dan layanan kedaruratan.

Amanah umat yang dipercayakan kepada Baznas, kata dia, utamanya ialah untuk memberikan pelayanan terbaik dalam perjuangan keumatan seperti dalam aksi menentang klaim Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Menurut dia, rakyat Palestina terus berjuang mempertahankan Yerusalem sebab di kota tersebut terdapat Masjid Al Aqsa. Bangunan kedua terpenting umat Islam itu juga merupakan tempat ibadah penting bagi umat Islam karena menjadi lokasi peristiwa Isra Mi`raj Nabi Muhammad SAW. Mengunjungi dan beribadah di Masjid Al Aqsha juga merupakan sunah bagi Muslim.

"Baznas wajib hadir melayani Umat dalam isu-isu besar umat. Berbagai layanan kepada para peserta Aksi Indonesia Bersatu untuk Palestina ini merupakan bentuk kepeduliaan dan dakwah bagi upaya pembelaan Masjid Al Aqsha," kata dia.

Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar