Penumpang Bandara Hasanuddin antusias sambut penerapan GeNose C19

id Antusias penerapan GeNose bandara hasanuddin

Penumpang Bandara Hasanuddin antusias sambut penerapan GeNose C19

Para penumpang menjalani tes antigen di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. ANTARA/HO.

Makassar (ANTARA) - PT Angkasa Pura I (Persero) mengatakan masyarakat atau para penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin memberikan respon yang antusias terkait penerapan tes GeNose C19.

Humas PT Angkasa Pura (AP) I Iwan Risdianto di Makassar, Minggu, mengatakan penerapan GeNose C19 untuk pengecekan kondisi tubuh penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin telah dimulai sejak 16 April 2021.

"Jadi penumpang yang memang kebetulan belum memiliki surat tes antigen, ataupun penumpang yang mendadak-mendadak itu (yang antusias)," katanya.

Baca juga: Pelindo III mulai sediakan layanan pemeriksaan Ge-Nose C19

"Apalagi biaya untuk GeNose C19 itu lebih murah yakni Rp40 ribu," lanjut dia.

Namun demikian, kata dia, penerapan alat deteksi GeNose C19 bukan menjadi faktor utama, melainkan daerah tujuan dari para penumpang.

Sebab, lanjut dia, pemberlakuan GeNose C19 baru diberlakukan di beberapa bandara dan penggunaannya masih akan dilanjutkan secara bertahap.

Baca juga: Menparekraf tinjau layanan GeNose C19 di Bandara Ngurah Rai

Untuk tahap pertama penerapan GeNose C19 itu untuk Surabaya dan Yogyakarta. Selanjutnya tahap I itu Bali termasuk Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

"Jadi GeNose C19 itu bukan utama GeNose C19 melainkan rapid antigen atau usap PCR yang secara umum ditetapkan di seluruh bandara," ujarnya.

Baca juga: Bandara Semarang mulai gunakan GeNose C19 akhir April 2021

Ia menjelaskan, khusus untuk Bali, meski sudah masuk tahap kedua bersama Makassar dalam penerapan GeNose C19, namun tidak berlaku bagi penumpang yang ingin ke daerah itu.

"Jadi hanya berlaku bagi orang dari Bali ke Makassar ataupun daerah lainnya yang ikut menerapkan GeNose C19 termasuk di Jakarta," katanya.

Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar