Guru-pustakawan di Padang Panjang COVID-19, tiga SMP diliburkan

id berita padang panjang,berita sumbar,covid-19,berhenti sementara,guru dan pustakawan,Padang Panjang,Sumbar,positif,corona

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Panjang, Provinsi Sumbar M Ali Thabrani. (FOTO ANTARA/HO-Diskominfo Padang Panjang)

Padang Panjang (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat menghentikan sementara pendidikan tatap muka di sejumlah sekolah di daerah itu
mulai Sabtu (15/8) 2020 setelah terdapat tambahan enam kasus baru COVID-19 di kota itu, yakni guru dan pustakawan.

"Pembelajaran secara tatap muka di SMPN 2, SMPN 3 dan SMPN 4 di Kota Padang Panjang dihentikan sementara mulai esok (Sabtu, 15/8) untuk langkah pencegahan penularan COVID-19," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Panjang, M Ali Thabrani di Padang Panjang, Jumat.

Ia menjelaskan tambahan enam kasus baru pada Jumat(14/8) merupakan hasil tes usap yang dilakukan secara bertahap sebelum pembelajaran tatap muka digelar kembali pada Kamis (13/8).

Rincian tambahan enam kasus tersebut yaitu empat orang dari SMPN 4 Padang Panjang terdiri atas  satu guru perempuan yang setelah ikut tes usap belum pernah masuk kelas untuk mengajar, satu orang laki-laki merupakan pustakawan dan dua guru laki-laki yang sudah masuk mengajar di kelas.

"Namun dua guru laki-laki itu tidak melakukan kontak erat dengan siswa karena kami memberlakukan protokol kesehatan dalam kegiatan belajar tatap muka di dalam kelas," katanya.

Selanjutnya dua orang dari SMPN 3 Padang Panjang yang merupakan mahasiswa praktik lapangan dari Universitas Negeri Padang.

"Enam orang yang sudah terkonfirmasi positif ini sudah masuk ruang isolasi di RSUD Padang Panjang untuk perawatan lebih lanjut," tambahnya.

Selanjutnya tes usap akan dilaksanakan sebagai pencegahan lebih lanjut berlokasi di SMPN 2 Padang Panjang sehingga tiga sekolah tersebut yakni SMPN 2, SMPN 3 dan SMPN 4 sementara waktu tidak menggelar kegiatan belajar tatap muka.

Sementara siswa dari sekolah jenjang SMP sederajat lainnya tetap akan mengikuti pembelajaran secara tatap muka dipadukan dengan secara dalam jaringan sesuai yang direncanakan sebelumnya.

Ia mengingatkan para orangtua agar menanamkan pemahaman mengenai kepatuhan pada protokol kesehatan COVID-19 untuk anak untuk menghindari risiko penularan virus.

"Kami berharap kita semuanya para guru, orangtua, anak dan masyarakat selalu patuhi protokol kesehatan COVID-19 agar kondisi membaik dan proses belajar dapat berjalan normal seperti sebelum wabah," kata M Ali Thabrani.

Sebelumnya Pemkot Padang Panjang telah membuka kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah pada Kamis (13/8) dan dilaksanakan dalam durasi singkat pukul 7.30 sampai 11.00 WIB.

Para guru dan pegawai di sekolah diwajibkan mengikuti tes usap sebelum aktivitas di sekolah berjalan kembali.

Baca juga: Dinkes: Mantan Wawali Kota Padang Panjang dan istri positif COVID-19

Baca juga: Jadi 19, kasus positif COVID-19 di Padang Panjang-Sumbar bertambah

Baca juga: 13 tenaga kesehatan RSUD Padang Panjang positif COVID-19

Baca juga: Ceramah Isra' Mi'raj UAS di Padang Panjang batal antisipasi COVID-19

Pewarta : Miko Elfisha
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar