RSUA lakukan penataan setelah tenaga kesehatan terpapar COVID-19

id rsua surabaya,unair surabaya,pemprov jatim,covid-19

Foto Dokumentasi - Warga mengantre untuk melakukan tes COVID-19 di Poli Khusus Corona Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), Surabaya, Jawa Timur, pada pertengahan Maret lalu. (ANTARA/Moch Asim/zk)

Surabaya (ANTARA) - Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) melakukan penataan internal melalui surat pemberitahuan tertanggal 25 Mei 2020 menyusul adanya beberapa tenaga kesehatan yang positif terpapar COVID-19.

Pada surat pemberitahuan yang ditandatangani Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan Dr Hamzah tersebut berisi tentang penghentian sementara layanan pasien baru COVID-19 karena keterbatasan kapasitas perawatan pasien dan penyesuaian layanan.

Baca juga: Unair benarkan surat terkait tenaga laboratorium ITD terpapar COVID-19

Baca juga: ITS ciptakan Robot Ventilator bantu penanganan COVID-19


Ketua Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat (PIH) Universitas Airlangga Suko Widodo dikonfirmasi di Surabaya, Rabu, membenarkan bahwa ada beberapa tenaga kesehatan yang positif terpapar COVID-19.

"Benar ada enam tenaga kesehatan. Mereka terinfeksi karena kontak langsung dengan pasien COVID-19. Mayoritas adalah perawat. Kalau dokter ada juga yang kena," ujarnya.

Terdeteksinya enam tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 setelah RSUA melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan.

"Pemeriksaan itu sebetulnya rutin. Tapi karena ini banyak kasus COVID-19, tenaga kesehatan sekalian diperiksakan," kata Sukowi, sapaan akrabnya.

Baca juga: Unair bantah tim dosennya temukan obat penangkal COVID-19

Baca juga: RSUA usulkan pembentukan satgas gabungan optimalkan tes COVID-19


Sementara itu, mengenai penghentian sementara layanan rujukan bagi pasien COVID-19, ia menegaskan bukan penutupan, tapi penataan internal untuk meningkatkan kualitas penanganan.

"Bukan ditutup, tapi penataan internal. RSUA harus mengantisipasi dengan kemungkinan terjadinya peningkatan pasien baru COVID-19. Karena itulah, perlu dilakukan penyesuaian kebutuhan mendesak agar kualitas layanan tetap terjaga," katanya.

Pewarta : Fiqih Arfani/Willy Irawan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar