Ada tambahan 62, pasien COVID-19 di Jatim meningkat 2.150 orang

id gugus tugas,gubernur jatim,covid-19,pasien positif,corona

Peta sebaran COVID-19 di Jatim saat ditampilkan di Gedung Negara Grahadi di Surabaya yang tercatat hingga Minggu (17/05/2020) pukul 17.00 WIB. (FOTO ANTARA/Humas Pemprov Jatim/FA)

Surabaya (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Provinsi Jawa Timur mencatat jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di wilayah setempat per 17 Mei 2020 pukul 17.00 WIB mencapai 2.150 orang setelah ada tambahan baru sebanyak 62 orang.

"Hari ini ada tambahan pasien positif COVID-19 baru sebanyak 62 orang," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Minggu malam.

Khusus Kota Surabaya, kata dia, tambahannya 24 orang sehingga totalnya mencapai 1.059 orang atau hampir separuh dari keseluruhan pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Jatim.

Khofifah kembali mengingatkan kepada masyarakat, khususnya di Kota Pahlawan itu untuk mengikuti anjuran pemerintah dengan cara tidak keluar rumah kecuali kepentingan mendesak.

Selain itu, kata dia, pola hidup bersih dan sehat juga tidak boleh diabaikan, seperti cuci tangan dengan air mengalir, menggunakan masker, hindari kerumunan hingga penerapan social distancing dan physical distancing .

Setelah Kota Surabaya, tambahan kasus baru masing-masing enam orang dari Tuban dan Jember, lalu empat orang asal Sidoarjo, serta masing-masing dua orang dari Bangkalan, Magetan dan Gresik.

Berikutnya, masing-masing satu orang dari Kabupaten Mojokerto, Tulungagung, Kabupaten Pasuruan, Jombang, Banyuwangi, Kabupaten Kediri serta Kabupaten Kabupaten Probolinggo.

"Ada juga tambahan sembilan orang asal anak buah kapal (ABK)," kata Khofifah yang juga ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim tersebut.

Terkait pasien sembuh di Jatim saat ini mencapai 337 orang (15,67 persen) atau bertambah 25 orang, yakni 11 orang asal Kabupaten Probolinggo, enam orang asal Lamongan, empat orang asal Surabaya, dua orang asal Gresik dan masing-masing satu orang asal Kota Probolinggo serta Pacitan.

Untuk kasus meninggal dunia karena COVID-19 di Jatim hingga saat ini tercatat 211 orang (9,81 persen) atau bertambah 15 orang, yakni 12 orang asal Surabaya serta masing-masing satu orang asal Kabupaten Probolinggo, Sidoarjo dan Jember.

Berikutnya, warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) di Jatim mencapai 4.943 orang atau bertambah dari data sehari sebelumnya 4.823 orang, sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) tercatat 22.734 orang atau meningkat dari sehari sebelumnya 22.613 orang, demikian Khofifah Indar Parawansa.

Baca juga: Gugus Tugas: Seluruh daerah di Jatim terinfeksi COVID-19

Baca juga: Gubernur Jatim kaji penerapan PSBB regional

Baca juga: Gubernur: Penerapan PSBB "Malang Raya" tiga tahapan

Pewarta : Fiqih Arfani
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar