Antisipasi pemudik, Kakorlantas: Personel di "check point" diperkuat

id Kakorlantas irjen istiono, korlantas, pemudik

Kepala Korlantas Mabes Polri Irjen Pol Istiono menyerahkan bantuan APD, makanan ringan, dan suplemen vitamin kepada petugas yang bersiaga di "Check Point" KM 31 Bekasi-Jakarta, Jumat (15/5/2020) (HO-Dok Korlantas Mabes Polri)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Irjen Pol Istiono menyebutkan keberadaan personel di seluruh "check point" penjagaan akan diperkuat untuk mengantisipasi masih adanya masyarakat yang nekad melakukan perjalanan mudik.

"Dalam 1-2 hari ini ada peningkatan sedikit untuk yang ingin mudik, tapi tidak signifikan. Oleh karena itu, kita pertebal di 'check-check point' ini untuk melakukan pengecekan bagi masyararakat yang akan mudik," katanya, saat meninjau "Check Point" KM 31 Bekasi-Jakarta, Jumat.

Siaran pers Kakorlantas Mabes Polri menyebutkan Kakorlantas melakukan tinjauan didampingi Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Budi Rahardjo dan jajaran terkait.

Baca juga: 18 hari Operasi Ketupat Polri halau 40.856 kendaraan pemudik
Baca juga: Cegah COVID-19, pemudik dicegat petugas posko di perbatasan Lebak
Baca juga: Polisi di Surakarta arahkan pemudik ke lokasi karantina
Baca juga: Menghalau pemudik


Istiono menyebutkan sampai saat ini sudah ada sekitar 45 ribu kendaraan pemudik yang diminta putar balik, didominasi kendaraan pribadi.

Diakuinya, banyak cara digunakan masyarakat demi bisa melintas wilayah untuk mudik, mulai mencari jalan tikus hingga alih-alih membawa surat tugas, tetapi tetap diminta untuk berputar balik.

Langkah persuasif yang ditempuh kepolisian, yakni dengan meminta calon pemudik berbalik arah dirasa cukup efektif untuk mencegah masyarakat pulang ke kampung halaman.

"Putar balik itu sudah efektif. Mereka akan berpikir dua kali karena ancang-ancang yang mau mudik itu kan sudah direncana, mulai penumpang, kendaraan, bensinnya, kan rugi (disuruh putar balik). Jadi, sudah cukup itu. Yang paling penting kesadaran masyarakat untuk tidak mudik untuk memutus mata rantai (COVID-19). Ini perang bersama COVID-19, kita ajak masyarakat," katanya.

Oleh karena itu, Istiono menekankan pentingnya penambahan personel di seluruh "check point" penjagaan di masing-masing wilayah kepolisian daerah (polda).

"Semuanya, di masing-masing polda. Polda Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten pun demikian," katanya.

Selain itu, Istiono menyampaikan bahwa tinjauan itu juga sekaligus memberikan bantuan berupa alat pelindung diri (APD), makanan untuk berbuka, dan suplemen vitamin untuk personel yang bersiaga di "check-check point".

Sebelum peninjauan itu dilakukan, Korlantas dengan melibatkan polwan dan Bhayangkari, bersinergi dengan Jasa Raharja juga memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Memberikan bantuan sosial di titik-titik masyarakat kemarin yang telah kita sisir, kita identifikasi yang belum kebagian atau sebagian ada yang belum kebagian bansos," kata Istiono.

Sementara itu, Dirut PT Jasa Raharja (Persero) Budi Rahardjo menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergitas dengan Korlantas Mabes Polri sebagai empati dengan kondisi yang ada, terutama masih adanya masyarakat yang nekad ingin mudik.

"Makanya, ini bersama Pak Kakorlantas mengunjungi salah satu 'check point' untuk melihat kesiapan petugas dan memberikan bingkisan dalam bentuk sarana APD, makanan ringan yang bisa dimanfaatkan petugas agar tetap sehat dan semangat. Tadi pagi juga pembagian sembako terkoordinir melalui Korlantas bersama Bhayangkari," katanya.

Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar