Cegah Corona, aktivitas di Jayapura-Keerom dibatasi pukul 14.00 WIT

id Cegah COVID-19,corona di papua

Keterangan pers terkait pembatasan aktivitas masyarakat di seluruh Papua yang dilakukan Wagub Klemen Tinal, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII Cenderawasih Maybe TNI Herman Asaribab. (ANTARA/Evarukdijati)

Jayapura (ANTARA) - Pemkot Jayapura dan Kabupaten Keerom, Papua, sepakat untuk mencegah penyebaran COVID-19 membatasi kegiatan masyarakat hingga pukul 14.00 WIT.
 
Kesepakatan yang diambil dalam rapat koordinasi penanganan COVID-19 Papua yang difasilitasi Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, Senin (11/5) malam di Jayapura.
 
Rapat koordinasi yang dihadiri Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab, Wagub Papua Klemen Final juga dihadiri tiga pimpinan daerah yakni Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano, Bupati Jayapura Matius Awoitouw dan Bupati Keerom Muhammad Markum berlangsung sekitar lima jam, itu menyepakati diberlakukannya pembatasan aktivitas masyarakat di seluruh Papua termasuk Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom.

Baca juga: Ada 2.500 jiwa warga Kota Jayapura bermukim di zona merah COVID-19
 
Sebelumnya pembatasan aktivitas warga terkait COVID-19 di Kota Jayapura hingga pukul 18.00 WIT, sedangkan di Kabupaten Keerom sampai pukul 17.00 WIT.
 
Wagub Papua Klemen Tinal menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Papua yang sudah memfasilitasi pertemuan hingga akhirnya disepakati pembatasan aktivitas masyarakat berlaku sejak pukul 14.00 WIT.
 
Pemberlakuan itu berlaku di seluruh kabupaten dan kota yang selama ini belum melaksanakannya sehingga diharapkan dapat memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan cepat, ujar Wagub Tinal berharap.
 
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengakui, pelaksanaan pembatasan aktivitas dijadwalkan dilaksanakan minggu depan setelah terlebih dahulu dilakukan sosialisasi ke masyarakat.

Baca juga: Tukang ojek Papua yang pulang ke Jember dinyatakan positif COVID-19
 
Langkah yang diambil cukup tepat mengingat saat ini kasus positif COVID-19 terus mengalami peningkatan di sejumlah daerah di Papua.
 
"Mudah-mudahan masyarakat benar-benar mematuhi anjuran tersebut, sehingga memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Papua," tutur Kapolda Irjen Pol Waterpauw.

Baca juga: Gugus Tugas: Ada pasien HIV/AIDS di Papua yang terjangkit COVID-19

Pewarta : Evarukdijati
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar