Biro perjalanan diminta tidak potong uang jamaah umrah

id umrah

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menerima anggota Komisi VIII DPR RI di Padang. (Foto : ANTARA/Ist).

Padang (ANTARA) - Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Nasrul Abit meminta biro perjalanan di daerah itu tidak memotong uang jamaah umrah yang gagal berangkat karena kebijakan larangan masuk ke Arab Saudi terkait penyebaran virus COVID-19.

"Biro perjalanan harus bijak menyikapi persoalan ini. Kalau bisa jangan ada pemotongan atau penambahan biaya bagi jamaah yang gagal berangkat ini," katanya di Padang, Jumat.

Menurutnya dengan tidak adanya pemotongan uang jemaah maka keberangkatan bisa kapan saja dilaksanakan setelah izin kembali dibuka.

“Jadi tinggal menunggu waktu keberangkatannya saja," ujarnya.

Baca juga: Larangan umrah tidak berdampak pelayanan pembuatan paspor di Sukabumi

Ia berharap sebelum musim haji, masalah COVID-19 ini sudah selesai sehingga nanti jamaah termasuk yang akan menunaikan haji tidak ada permasalahan.

Diperkirakan jumlah jamaah umrah yang berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Sumbar ke Jeddah maupun Mekah setiap bulan mencapai 3.000 orang. Kebijakan kerajaan Arab Saudi akan membuat ribuan jamaah di Sumbar gagal berangkat.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ihsan Yunus dalam kunjungan kerjanya ke Sumbar mengatakan pihaknya sangat memahami tindakan preventif yang dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Apalagi saat melaksanakan ibadah di Mekkah tidak ada batas, dalam artian kalau melakukan tawaf tentu saja akan berdekatan dengan jamaah lain sehingga kemungkinan terpapar akan sangat besar.

Baca juga: HNW ajak penundaan umrah oleh Arab Saudi disikapi dengan bijak

Terkait dengan timbulnya kerugian materil, Ihsan menegaskan saat ini pihaknya dan Pemerintah RI juga sedang berupaya melakukan lobi dengan otoritas Arab Saudi. Salah satunya yakni, mengupayakan pemondokan atau hotel maupun tiket pesawat bisa digantikan atau di jadwal ulang.

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menangguhkan sementara pelayanan umrah bagi warga dari luar kerajaan sebagai upaya mencegah penyebaran virus COVID-19 baru.

Kementerian juga mengonfirmasi perusahaan-perusahaan umrah dan agen luar negeri untuk membatalkan pemesanan apapun sejak diterbitkannya pengumuman itu sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Baca juga: Pengusaha travel tidak khawatir penghentian sementara umrah

Pewarta : Miko Elfisha
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar