Kopi organik Lahat diperkenalkan di Festival Kopi Lampung

id kopi lahat,kopi organik,festival kopi lampung

Kopi organik Lahat Sumatera Selatan diperkenalkan kepada masyarakat pada Festival Kopi Lampung 2019 di Bandarlampung, Sabtu (09/11/2019). ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi/am.

Bandarlampung (ANTARA) - Kopi organik Lahat asal Sumatera Selatan turut diperkenalkan pada  Festival Kopi Lampung.

"Festival Kopi Lampung tidak hanya diikuti peserta asal  Lampung, beberapa peserta datang dari  Sumatera Selatan,  Aceh, dan daerah lain semuanya bertujuan untuk memperkenalkan produk kopi," ucap  Ujang, peserta pestival perwakilan daerah Sumatera Selatan di  Bandar Lampung, Sabtu.

Menurut Ujang, dalam gelaran Festival Kopi Lampung perwakilan Sumatera Selatan memperkenalkan kopi robusta organik.
Baca juga: Cokelat khas Pesawaran ramaikan Festival Kopi Lampung
Baca juga: Kopi aroma Kakao asli Waykanan hadir di Festival Kopi Lampung
Kopi organik merupakan salah satu kopi andalan dari Sumatera Selatan terutama daerah Lahat yang mulai diperkenalkan sejak tahun 2015 silam dan tengah mengurus sertifikasi kualitas produk.

Kopi robusta organik Lahat memiliki ciri khas rasa pahit, kental, sedikit asam dan ada rasa creamy sebab ditanam di ketinggian 480 hingga 500.

"Kopi robusta organik Lahat selain memiliki ciri khas rasa pahit, kental, asam dan ada rasa creamy, kopi organik memiliki ciri khas lain yaitu kopi tidak memiliki efek samping dan cenderung lebih sehat, " ujar Suharsono perwakilan petani kopi Lahat.
Baca juga: Kosmetik Kopi asal Lampung Tengah hadir di Festival Kopi Lampung
Baca juga: Indonesia promosi kopi di Festival Kopi Praha
Menurutnya, kopi organik Lahat yang dijual dengan harga Rp 50.000 per bungkus 200 gram telah dipasarkan hingga luar daerah, dan dalam pelaksanaan Festival Kopi masyarakat Lampung tertarik akan produk kopi organik.

"Kopi organik Lahat menjadi daya tarik tersendiri dimata masyarakat Lampung yang berkunjung ke anjungan kami karena proses perawatannya dilakukan menggunakan bahan alami tanpa pestisida kimia, seperti menggunakan cairan bawang, Laos dan rempah-rempah lain untuk mengusir hama sehingga aman bagi tubuh, " ujarnya.

Menurut Suharsono, respon positif masyarakat akan produk kopi organik dan juga undangan pemerintah Lampung kepada tim petani kopi Lahat untuk ikut serta dalam Festival Kopi Lampung telah memberi kesan baik dan menjalin relasi antara petani serta pelaku usaha kopi Lampung dengan Sumatera Selatan untuk mengembangkan produknya menjadi lebih baik.
Baca juga: Wanita pasar khusus konsumsi kopi Lampung
Baca juga: Kopi Lampung dan pasar potensial wanita milenial

Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar