Penyaluran bantuan gempa Halmahera Selatan terhambat sulitnya akses

id Gempa Halmahera Selatan,Bantuan gempa

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (baju putih) didampingi Kepala BNPB Doni Monardo (kiri) dan Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba (dua dari kiri) saat berdialog dengan korban gempa di Gani Luar Halmahera Selatan, Kamis (18/7/2019). (FOTO ANTARA/HO-ADC Mensos)

Halmahera Selatan (ANTARA) - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan sulitnya akses menuju lokasi terdampak gempa bumi di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara menghambat penyaluran bantuan bagi para korban.

"Kita lihat langsung dari atas (helikopter) memang kesulitannya adalah jarak antarkampung berjauhan dan tidak ada akses," katanya di Halmahera Selatan, Kamis.

Mensos mengatakan, pemerintah telah menyiapkan bantuan, hanya tinggal disalurkan ke lokasi terparah terdampak gempa magnitudo 7,2 yang mengguncang Halmahera Selatan pada Minggu (14/7).

"Aksesnya hanya bisa ditempuh dari laut sedangkan kita tahu bahwa laut itu tergantung dari beberapa hal. Saat ini cuaca menjadi salah satu yang sangat mempengaruhi operasi kita membantu warga terdampak," katanya.

Ia menambahkan bahwa cuaca buruk yang menyebabkan gelombang tinggi menjadi salah satu faktor yang memperlambat penyaluran bantuan.

"Solusinya kita lakukan upaya persuasif kepada para pemilik kapal agar mereka berani untuk melaut membawa bantuan yang kita siapkan, tapi itu juga kita gak bisa memaksakan mereka," katanya.

Salah satu solusi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), katanya, adalah dengan menggunakan helikopter namun itu juga tergantung dari baik buruknya cuaca.

Bantuan dari Kementerian Sosial sudah mulai masuk ke wilayah yang terdampak parah yaitu Gane Luar.

Mensos bersama Kepala BNPB Doni Monardo meninjau langsung Gane Luar dengan helikopter. Mensos berdialog dengan warga yang mengharapkan agar bantuan segera disalurkan.

Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba yang mendampingi Mensos mengakui bahwa cuaca buruk dari sertai ombak tinggi menjadi kendala dalam penyaluran bantuan.

"Memang kita terlambat tapi karena cuaca ombak, kalau ke Gane Luar aksesnya hanya dengan motor. Alhamdulillah dengan kehadiran Pak Menteri, Kepala BNPB berarti kami tidak sendirian," katanya.

Kehadiran pemerintah pusat menjadi penyemangat Pemda dan masyarakat yang menjadi korban gempa bahwa mereka didukung dan diperhatikan.

Sebelumnya bantuan Kemensos sudah tiba ke Gane Luar namun dalam buah kecil karena hanya menggunakan motor.

Kementerian Sosial menyalurkan bantuan senilai Rp1,39 miliar untuk korban gempa di Maluku Utara berupa kebutuhan dasar pengungsi seperti tenda, makanan dan sandang serta peralatan kebersihan.

Gempa bumi dengan magnitudo 7,2 mengguncang Halmahera Selatan pada Minggu (14/7) pukul 16.10 WIB dengan kedalaman 10 kilometer akibat pergerakan sesar aktif Sorong-Bacan.

Dampak gempa telah menyebabkan sebanyak 971 unit rumah rusak dan 3.104 jiwa terpaksa harus mengungsi karena masih mengalami trauma. Tercatat enam orang meninggal dunia dan dua luka berat serta 49 luka ringan.

Baca juga: Korban gempa Halmahera Selatan masih tempati pengungsian darurat

Baca juga: Mensos dan Kepala BNPB kunjungi lokasi gempa Halmahera Selatan

Baca juga: Pengungsi gempa Halmahera Selatan capai 54.789 jiwa

Pewarta : Desi Purnamawati
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar