PAL target rampungkan kapal rumah sakit Oktober 2021

id PAL Indonesia, Kapal Rumah Sakit, PAL Indonesia, Korupsi PAL Indonesia, Kapal Perang PT PAL Indonesia

PAL target rampungkan kapal rumah sakit Oktober 2021

Pemotongan baja pertama kapal rumah sakit pesanan TNI AL di PT PAL Indonesia, Surabaya, Selasa (9/7). (Antara Jatim/ Hanif Nashrullah)

Surabaya (ANTARA) - PT PAL Indonesia menargetkan merampungkan kapal rumah sakit pesanan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) pada bulan Oktober tahun 2021, atau sesuai kontrak, kata pejabat setempat di Surabaya.

Direktur Pembangunan Kapal PT PAL Indonesia Turitan Indaryo di Surabaya, Selasa optimistis pesanan itu mampu diselesaikan sesuai kontrak, dan kapal dengan nomor pembangunan W000320 itu desainnya sejak awal sudah benar-benar untuk fungsi rumah sakit.

Baca juga: TNI AL berencana kembali pesan kapal rumah sakit ke PAL

Baca juga: PAL serahkan kapal perang rumah sakit ke TNI AL

Baca juga: PT PAL ajukan proposal garap pembuatan RS Terapung NTT

 

"Bedanya dengan sejumlah kapal jenis serupa milik TNI AL yang sudah ada dan telah beroperasi adalah merupakan alih fungsi dari kapal perang yang semula berjenis 'Landing Platform Dock' atau LPD," kata Turitan, usai acara pemotongan baja pertama (“first steel cutting”) yang merupakan langkah awal proses fabrikasi atau pembangunan kapal tersebut.

Dia mengatakan, kapal yang rencananya dibangun sepanjang 124 meter, lebar 22 meter, tinggi 6,8 meter, dengan bobot 7.300 ton itu juga akan difungsikan untuk bantuan kemanusiaan, bencana alam, transportasi logistik, pencarian dan penyelamatan serta evakuasi massal.

"Kapal ini sejak awal akan difungsikan untuk bantuan kesehatan sebagai rumah sakit terapung dengan fasilitas poliklinik, unit gawat darurat, fasilitas operasi, rawat inap dan beberapa fasilitas kesehatan lainnya," katanya.

Ia mengatakan, Indonesia sebagai negara kepulauan memang sangat membutuhkan kapal rumah sakit.

"Kita merasakan sendiri saat terjadi gempa di Palu belum lama lalu, betapa KRI dr Soeharso dan KRI Makassar sangat membantu dalam proses evakuasi korban," ucapnya.

Menurut Turitan, negara kepulauan seluas Indonesia membutuhkan tiga unit kapal rumah sakit seperti ini, dan TNI AL saat ini masih memesan satu unit, sehingga diharapkan setelah ini akan ada kontrak kapal sejenis lainnya.

Sementara itu, acara pemotongan baja pertama dilakukan di Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia, Surabaya, disaksikan Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda TNI Moelyanto.

Sementara kapal perang milik TNI AL yang beralih fungsi menjadi kapal rumah sakit adalah KRI dr Soeharso, KRI Makassar dan KRI Semarang.


Pewarta : A Malik Ibrahim / Hanif Nashrullah
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar