Tujuh korban kebakaran teridentifikasi akan diserahkan ke keluarga

id Kebakaran pabrik perakitan mancis di Langkat,Kebakaran di Langkat,Korban teridentifikasi kebakaran pabrik perakitan mancis di Langkat

Korban kebakaran pabrik perakitan mancis di Langkat saat dimasukkan kedalam peti jenazah, Sabtu (22/6) (Antara Sumut/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Medan (ANTARA) - Sebanyak tujuh korban kebakaran pabrik perakitan mancis Jalan Tengku Amir Hamzah, Desa Sambirejo, Kabupaten Langkat, sudah teridentifikasi.

Ketujuh jenazah tersebut sudah dimasukkan ke dalam peti jenazah dan akan diserahterimakan kepada pihak keluarga korban.

Masing-masing peti jenazah tersebut diberi tanda berupa nomor tepat di atas peti dan ditempelkan secarik kertas berisikan data korban.

Berdasarkan data yang terhimpun, hingga Sabtu malam jumlah korban teridentifikasi masih berjumlah tujuh orang.

Berikut data ketujuh korban kebakaran pabrik perakitan mancis yang sudah teridentifikasi:

1. Peti nomor 04
Nama : Shifa Oktaviana (Anak dari Yuli Fitriani)
Usia : 9 tahun
Alamat : Dusun I Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat

2. Peti nomor 17
Nama : Rina (Karyawati)
Usia : 15 tahun
Alamat : Desa Tumang Siak Riau

3. Peti nomor 16
Nama : Sahmayanti (Karyawati)
Usia : 22 tahun
Alamat : Desa Perdamaian Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat

4. Peti nomor 20
Nama : Vinkza parisyah (Anak dari Yunita Sari)
Usia : 10 tahun
Alamat : Jl. Tengku Amir Hamzah Dusun IV Desa Sambirejo

5. Peti nomor 19
Nama : Runisa Syaqila
Usia : 2 tahun
Alamat : Jl. Tengku Amir Hamzah Dusun IV Desa Sambirejo

6. Peti nomor 10
Nama : Bisma Syaputra (Anak dari Desi Setiani)
Usia : 3 tahun
Alamat : Dusun IV Desa Sambirejo

7. Peti nomor 18
Nama : Zuan Ramadhan (Anak dari Desi Setiani)
Usia : 6 tahun
Alamat : Dusun IV Desa Sambirejo

Baca juga: 15 peti janazah untuk korban kebakaran tiba di RS Bhayangkara Medan

Baca juga: Pengusaha perakitan industri rumahan mancis ditangkap

Baca juga: BPJS-TK pastikan 1 peserta korban pabrik mancis dapatkan haknya

 


Pewarta : Nur Aprilliana Br. Sitorus
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar