Ifthar Budaya 2019 angkat perjalanan siar Islam di Indonesia

id kemendikbud,ifthar budaya,masjid istiqlal

Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Ditjen Kebudayaan Kemendikbud, Najamudin Ramli, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa. (Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menyelenggarakan "Ifthar Budaya" yang mengangkat tema mengenai "Seni dan Siar Islam".

"Ifthar Budaya merupakan kegiatan pengisi bulan Ramadhan yang menemukali nilai budaya Islam di Tanah Air melalui pameran, dialog, pertunjukan seni dan budaya, olahraga panahan, dan lainnya," ujar Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Ditjen Kebudayaan Kemendikbud, Najamudin Ramli, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Ifthar Budaya yang diselenggarakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, tersebut berlangsung selama lima mulai 22 Mei hingga 26 Mei 2019.

Najamudin mengatakan siar Islam di Tanah Air masuk secara bergelombang, sehingga membentuk lapisan-lapisan peradaban. Kemendikbud sudah menuliskan sejarah penyebaran Islam di Indonesia itu ke dalam enam buku.

"Wali Songo itu tidak terjadi dalam satu era, tapi terjadi di beberapa era. Awal-awal banyak yang berasal dari Hadramaut, baru kemudian belakangan Wali Songo dari Indonesia," katanya.

Keberadaan masyarakat yang berasal dari Timur Tengah itu, kata dia, berlangsung sejak lama dan berperan dalam membantu rakyat Indonesia mengusir penjajah.

Najamudin menambahkan masyarakat Indonesia mengenal empat teori penyebaran agama Islam yakni teori Makkah, Gujarat, Persia, dan China. Masing-masing teori dibedakan dari tempat awal pesebaran dan periodenya. Sesampainya Islam di Indonesia, disebarkan ke seluruh penjara oleh para wali melalui suri tauladan yang baik dan berkesenian.

"Kami menargetkan pada 2020 bisa menyelenggarakan Ifthar Budaya tingkat Asia Tenggara," kata dia.

Najamudin berharap dengan adanya Ifthar Budaya tersebut dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat yang berkunjung di Masjid Istiqlal mengenai penyebaran agama Islam di Tanah Air.

Pada Ifthar Budaya 2019, akan ditampilkan sejumlah pertunjukan seni seperti Zapin Betawi, Rabana Biang, Topeng Blantek, Hadrah, dan sebagainya.

Selain itu, juga ada kegiatan mewarnai dan melukis berbentuk wayang, bonang serta sapu tangan. Juga diselenggarakan dialog budaya bertema "Dakwah Membumi ala Wali Songo", yang akan diselenggarakan pada Jumat 24 Mei pukul 13.15-15.30 WIB.

Pewarta : Indriani
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar