Mahasiswa UMI wakili Indonesia pada ajang internasional di Jerman

id Antara Sulsel

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Irwan Ardyansah mengikuti kegiatan ISWI 2019 di Technische Universitat Ilmenau, Jerman, pada 17-26 Mei 2019. (ANTARA Foto/HO/Humas UMI)

Makassar (ANTARA) - Irwan Ardyansah, mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar berhasil terpilih sebagai salah satu dari 20 perwakilan Indonesia dalam kegiatan kemahasiswaan "International Student Week in Ilmenau (ISWI)"  yang berlangsung 17-26 Mei 2019 di Jerman.

Kepala Humas UMI Dr Nurjannah Anna di Makassar, Selasa mengatakan mahasiswa  dari Fakultas Ilmu Komputer (FIK) UMI itu terpilih setelah melalui berbagai tahapan seleksi berkas dan "paper essay,.

"Kemudian terpilihlah 300 mahasiswa dari 2000 pendaftar, 300 mahasiswa tersebut berasal dari 75 negara di dunia dan Indonesia mendapat kouta," katanya.

Event ISWI bekerja sama dengan Universitas Technische Ilmenau, Kementerian Pendidikan dan Penelitian Jerman, dan Kementerian Luar Negeri Jerman. Event ISWI ini merupakan ajang konprensi dan Festival Budaya mahasiswa dari 75 negara yang akan berlangsung selama 10 hari di Technische Universitat Ilmenau, Jerman.

Dan adapun kegiatan-kegiatanya yaitu berupa team work, group discussion, conference, World Food Festival, group work, panel discussion, sport event, keynote lecturer, movie night, and Group Presentation yang bertemakan "Tradition and Transition".

Ajang ISWI ini bersifat Fully Funded selama di Jerman artinya semua biaya penginapan, transportasi, konsumsi, visa, dan biaya program ditanggung oleh pihak panitia penyelenggara.

Untuk 20 mahasiswa yang mewakili Indonesia, kata dia, berasal Dari UGM, Undip, UAJY, UI, UMI, UB, University of Edinburgh (UK), Chalmers University of Technology (Sweden), National Research University Higher School of Economics (Rusia), GICI business school Jakarta, president university, UIN Jakarta, Unpad, Universitas Sanata Dharma, dan ITS.***3***

Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar