Mensos: bantuan jaminan hidup korban gempa diberikan sebelum Lebaran

id bantuan jaminan hidup,dana stimulan,kemensos,mensos,agus gumiwang kartasasmita,gempa sulteng,rehabilitasi dan rekonstruksi sulteng,kantor wapres jakar

Warga korban bencana gempa dan likuefaksi berada disekitar bilik mereka pada salah satu blok Hunian sementara (Huntara) bantuan pemerintah melalui Kementerian PUPR di Petobo, Palu, Sulawesi Tengah. Hingga kini, ribuan jiwa warga korban bencana gempa dan likuefaksi yang sebelumnya menempati tenda darurat di daerah tersebut telah dipindahkan ke Huntara dan akan menempati tempat tersebut hingga mendapatkan bantuan hunian tetap. Meski telah berada di Huntara, pengungsi berharap pemerintah untuk tetap melanjutkan pemberian jaminan hidup kepada mereka yang akan berakhir pada Maret 2019 setelah hingga kini mata pencarian mereka sebagai petani ataupun peternak terhenti akibat bencana (Mohammad Hamzah)

Jakarta (ANTARA) - Dana bantuan jaminan hidup untuk korban gempa Sulawesi Tengah akan disalurkan sebelum Hari Raya Idul Fitri, kata Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita usai rapat penanggulangan bencana Sulteng dan NTB di Kantor Wapres Jakarta, Jumat.

"Surat untuk jaminan hidup baru kami terima 25 April dari Pemda. Jadi sekarang kami kejar, kami kebut untuk melakukan proses validasi. Insyaallah sebelum Lebaran bisa kami salurkan," kata Agus di Kantor Wapres Jakarta, Jumat.

Data penerima bantuan jaminan hidup, yang telah diverifikasi oleh Pemprov Sulteng, akan divalidasi lagi oleh Kementerian Sosial sebelum dana bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat.

Hingga Maret 2019, penerima santunan duka atau jaminan hidup sebesar Rp15 juta telah diverifikasi sebanyak 1.906 dari 4.000-an ahli waris korban bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi. Santunan tersebut disalurkan melalui Kementerian Sosial.

Sementara itu, dana stimulan untuk perbaikan rumah rusak akibat gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Sulteng telah dicairkan pemerintah pusat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng.

Gubernur Sulteng Longki Djanggola mengatakan dana stimulan tahap pertama sebesar Rp230 miliar akan diberikan untuk korban becana di empat wilayah, yakni Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong.

"Dana stimulan untuk korban bencana alam di Kota Palu, Kabupaten Donmggala, Sigi dan Parigi Moutong tahap pertama sudah dikirim oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat ke rekening BPBD Sulteng," kata Longki kepada Antara di Palu, Selasa (9/4).

Dana stimulan tersebut terbagi dalam tiga kategori, yakni rusak ringan mendapat bantuan Rp10 juta, rusak sedang senilai Rp25 juta dan rusak berat sejumlah Rp50 juta. Dana tersebut hanya diberikan bagi warga yang rumahnya berada di zona hijau atau yang tidak perlu direlokasi sesuai ketetapan Bappenas, Badan Geologi, BNPB dan BMKG serta berbagai instansi terkait.

Dalam rapat finalisasi data korban bencana oleh Pemprov Sulteng pada Januari 2019 diungkapkan rumah rusak ringan di Kota Palu tercatat 17.293, rusak sedang 12.717 dan rusak berat 9.181 dan rumah hilang 3.673.

Di Kabupaten Sigi, rumah rusak ringan 10.612, rusak sedang 6.480 dan rusak berat 12.8 serta rumah hilang 302. Di Kabupaten Donggala jumlah rumah rusak ringan 7.989 rumah, rusak sedang 6.099 dan rusak berat 7.215 sedangkan yang hilang 75 rumah; sementara di Kabupaten Parigi Moutong rumah rusak ringan 4.191, rusak sedang 826 dan rusak berat 533.


Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar