Jumlah pemudik angkutan umum 2019 diprediksi 22,83 juta orang

id arus mudik 2019,pemudik angkutan umum,Dirjen Perhubungan Darat budi setiyadi,Kementerian Perhubungan,tol trans jawa

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi saat Rapat Koordinasi Angkutan Lebaran Tahun 2019 bersama Gubernur Jawa Barat dan Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia, di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (7/5/2019). (Dok Humas Pemprov Jabar)

Bandung (ANTARA) - Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi memprediksi jumlah penumpang angkutan umum yang akan mudik ke kampung halaman pada tahun 2019 diprediksi mencapai 22,83 juta penumpang atau naik empat persen dari tahun sebelumnya.

"Berdasarkan hasil survei yang kami lakukan menunjukkan ada 4,4 juta penumpang memilih moda transportasi bus," kata Budi Setiyadi saat Rapat Koordinasi Angkutan Lebaran Tahun 2019 Bidang Lalu Lintas bersama Kementerian Perhubungan  dan Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia, di Gedung Sate Bandung, Selasa.

Budi mengatakan untuk pemudik yang menggunakan moda transportasi kereta api 2,4 juta orang, yang menggunakan pesawat 1,4 juta penumpang dan 4,3 juta penumpang menggunakan mobil pribadi, sedangkan sepeda motor 940 ribu.

"Dan sampai saat ini prediksi kami sepeda motor yang paling mendominasi untuk Jalur Pantura," kata dia.

Di tempat yang sama, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi menuturkan mudik kali ini sesuai dengan arahan Presiden, memiliki tema Mudik Selamat, Guyub Rukun. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa merasakan mudik secara lebih aman dan nyaman.

Untuk itu, Budi menekankan pemberlakuan satu arah  sebagai upaya antisipasi pergerakan arus mudik masyarakat khususnya dari Jabodetabek ke Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Menurutnya, tahun ini preferensi mudik melalui jalur darat cukup tinggi karena tol Trans Jawa yang sudah bisa digunakan.

“Ini (preferensi mudik melalui jalur darat) dipicu jalan tol dari Jakarta-Semarang-Solo sampai Surabaya selesai. Jadi, preferensi masyarakat untuk mudik dengan darat ini banyak sekali,” ungkap Budi.

Melalui kebijakan satu arah ini, Budi berharap kecepatan dan kapasitas kendaraan di tol akan lebih tinggi.

Dengan begitu jarak tempuh mudik dari Jakarta menuju Jawa Barat dan Jawa Tengah akan lebih baik, apabila sudah diputuskan minggu ini, lanjut Budi, Kemenhub akan menyosialisasikan terutama untuk daerah yang menerima limpahan kendaraan pemudik dari jalur satu arah ini.

Budi menegaskan, Kemenhub memberikan perhatian khusus pada keselamatan pemudik.

Untuk itu Budi meminta dinas perhubungan pemda dan polres mengawasi kecepatan pemudik dalam berkendara, terutama yang menggunakan sepeda motor.

“Keselamatan ada dua hal pokok, membatasi kecepatan, dengan memberikan rambu dan kendala-kendala tertentu," katanya.

"Terutama di jalan tol. Kami juga berharap saudara-saudara kita yang menggunakan motor seyogianya tidak menggunakan karena itu berbahaya, karena 70 persen kecelakaan (mudik) karena motor. Untuk itu, pemerintah konsekuen mengadakan progam mudik gratis," lanjut dia.* 

Baca juga: Sebanyak 3,7 juta orang Jabodetabek akan mudik ke Jabar
Baca juga: Polri operasi Ketupat akhir Mei-awal Juni
 

Pewarta : Ajat Sudrajat
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar