Ketua Bawaslu Bali jenguk Ketua Panwascam yang hilang ingatan

id bawaslu bali,panwascam rendang hilang ingatan,pemilu 2019

Ketua Bawaslu Bali Ketut Ariyani didampingi komisioner Ketut Rudia dan Wayan Wirka saat menjenguk Ketua Panwascam Rendang I Gede Artana di RS Sanjiwani, Gianyar (Antaranews Bali via Bawaslu Bali/lhs/2019)

Gianyar (ANTARA) - Ketua Bawaslu Bali Ketut Ariyani didampingi dua komisioner lainnya menjenguk Ketua Panwas Kecamatan Rendang, Karangasem, I Gede Artana (52) yang sedang menjalani perawatan karena sebelumnya mendadak hilang ingatan saat melaksanakan tugas mengawal tahapan rekapitulasi di tingkat kecamatan.

"Saya berharap Artana segera diberikan kesembuhan dan kepada pihak keluarga agar sabar menjaga dan merawat Artana agar cepat sembuh," kata Ariyani disela-sela menjenguk Artana di RS Sanjiwani, Gianyar, Selasa.

Terkait perhatian Bawaslu terhadap jajarannya yang mengalami musibah, perempuan asal Buleleng ini mengatakan bahwa Bawaslu RI sudah menginstruksikan kepada Bawaslu Bali untuk mendata jajaran pengawas yang meninggal, sakit, atau mengalami musibah sampai cacat.

"Jajaran kami ada dua orang meninggal, satu orang kecelakaan patah tulang, dan yang terakhir kami laporkan ini Ketua Panwascam Rendang," ujarnya didampingi anggota Bawaslu Bali I Wayan Wirka dan Ketut Rudia itu.

Menurut Ariyani, nanti untuk yang meninggal akan diberikan santunan sebesar Rp36 juta. "Prosesnya dilakukan verifikasi data dulu baik yang sakit maupun yang meninggal," ucapnya.

Salah satu keluarga Artana menceritakan bahwa Artana tiba-tiba hilang ingatan saat melaksanakan tugas mengawal tahapan rekapitulasi di tingkat kecamatan beberapa waktu lalu. Sempat menjalani rawat jalan di puskesmas setempat, tetapi karena kondisinya terus menurun, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Sanjiwani, Senin (6/5)

Sementara itu, Wayan Sudarma, rekan kerja Artana mengatakan rekannya itu memang sudah mulai mengalami sakit saat tahapan distribusi logistik.

"Beliau memang agak sakit saat pengawasan distribusi logistik. Tanggal 16 April, saya bersama beliau sempat patroli menemui teman-teman pengawas TPS hingga pukul 03.00 dini hari. Lanjut tanggal 17 April satu hari penuh sampai tanggal 18 April mengawal tahapan pemungutan dan penghitungan," ucap Sudarma.

Kemudian dari 18-19 April mengawal rekapitulasi hingga tanggal 26 April. "Saat pengawasan rekapitulasi di kecamatan itulah saya melihat Beliau sangat kelelahan. Saya sarankan agar istirahat, tetapi tetap ngotot bertahan dengan alasan biar tuntas. Akhirnya tanggal 2 Mei benar-benar drop," ujar Sudarma yang sudah lama menjadi pengawas di Kecamatan Rendang bersama Artana.

Sudarma menambahkan, karena kondisi terus menurun, akhirnya Artana di rujuk ke RS Sanjiwani Gianyar. "Berdasarkan diagnosa yang saya dapatkan dari pihak keluarga, katanya ginjalnya kekeringan. Makanya sampai cuci darah," ucapnya.

Sudarma berharap rekannya segera diberikan kesembuhan. "Beliau memang betul-betul tanggung jawab dengan tugas. Sudah sakitpun tetap memaksakan diri," ujarnya.

Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar