Status tanggap darurat bencana banjir-longsor di Sulteng berakhir

id Gubernur Sulteng,tanggap darurat,bencana sigi,bencana sulteng,sigi

Korban terdampak bencana banjir bandang Desa Bangga Kecamatan Dolo Selatan mengevakuasi barang berharga pascabanjir menghantam wilayah itu Minggu 28/4 malam. (ANTARA/Muhammad Hajiji)

Palu (ANTARA) - Status penanganan tanggap darurat atas bencana alam berupa banjir dan longsor di tiga kabupaten meliputi Kabupaten Sigi, Tolitoli dan Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah berakhir, Sabtu.
.
"Tidak ada usul untuk diperpanjang, dan menurut pengamatan saya di lapangan, status tanggap darurat tersebut tidak perlu diperpanjang," kata Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, Sabtu.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola menetapkan status tanggap darurat atas bencana banjir yang menerjang beberapa desa di Kecamatan Gumbasa dan Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, selama tujuh hari.

Penetapan status tanggap darurat itu lewat Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 367/199/BPBD-G.ST/2019 tentang Penetapan status tanggap darurat penanganan bencana banjir dan tanah longsor pada Kabupaten Sigi, Poso dan Tolitoli Provinsi Sulawesi Tengah.

Selain Kabupaten Sigi, Kabupaten Poso dan Tolitoli juga ditetapkan status tanggap darurat penanganan banjir dan tanah longsor.
Status tanggap darurat penanganan bencana banjir mulai terhitung pada tanggal 28 April sampai dengan 4 Mei 2019. Keputusan tersebut ditetapkan Gubernur Sulteng pada tanggal 28 April 2019.

Banjir bandang menghantam beberapa wilayah di Kabupaten Sigi. Dalam penanganan bencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Sigi mengevakuasi sekitar 500 warganya yang terdampak banjir bandang di dua desa di Kecamatan Dolo Selatan, Senin (29/4).
Mereka dievakuasi ke suatu lapangan yang relatif lebih aman dari lokasi bencana.

Di Dolo Selatan terdapat tiga desa terdampak banjir, yakni Desa Bangga, Walatana dan Balongga. Desa Bangga dan Walatana sebagai lokasi paling parah terdampak bencana itu.

Dalam evakuasi itu, pemda setempat dibantu sekitar 300 personel TNI dan Polri. Mereka yang diungsikan, terdiri atas para orang tua hingga anak-anak dan balita.
Kondisi rumah-rumah warga Desa Bangga Kecamatan Dolo Selatan terimbun lumpur pascabanjir bandang menghantam wilayah itu Minggu 28/4 malam. (ANTARA/Muhammad Hajiji)
 
Kondisi rumah-rumah warga Desa Bangga Kecamatan Dolo Selatan terimbun lumpur pascabanjir bandang menghantam wilayah itu Minggu 28/4 malam. (ANTARA/Muhammad Hajiji)
 
Seorang korban memperlihatkan kondisi rumah-nya yang tertimpa banjir bandang di Desa Bangga Kecamatan Dolo Selatan pascabanjir bandang menghantam wilayah itu Minggu 28/4 malam. (ANTARA/Muhammad Hajiji)

Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar