IYU ajak semua pihak berlapang dada setelah Pemilu 2019

id IYU,pemilu 2019,pilpres 2019,kpu

Proses pemungutan suara di TPS. (Hanni Sofia)

Jakarta (ANTARA) - President Indonesian Youth Updates (IYU) Ruben Frangky Darwin, meminta seluruh pemuda dan masyarakat untuk berlapang dada setelah pemilu dan kembali mengutamakan langkah-langkah untuk menjaga kerukunan dan perdamaian di negeri ini.

"Pemilu sudah dilaksanakan. Sekarang kepada masyarakat luas, mari kita sama-sama galang persatuan Indonesia untuk menjaga kerukunan, kedamaian dan menjaga rasa keadilan bagi semua orang. Karena itulah hakikatnya demokrasi Pancasila, yakni demokrasi yang memiliki nilai-nilai luhur kejujuran yang bukan semata-mata menghantarkan kemenangan," kata Ruben di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan, proses pemungutan suara Pemilu 2019 telah rampung dilakukan sehingga kemudian masyarakat sebaiknya menunggu hasil resmi yang akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Lebih lanjut Ruben Frangky Darwin menjelaskan, masyarakat sejatinya melihat ajang Pemilu itu sebagai sebuah proses demokrasi untuk memperkuat legitimasi bangsa.

Bukan memanfaatkan Pemilu untuk mendahulukan kepentingan seseorang atau kelompok yang dapat memecah persatuan.

"Biarkan mereka yang mendapat legitimasi dukungan masyarakat memimpin bangsa ini, karena itu adalah mandat untuk membawa perubahan dalam rangka kemajuan bangsa," ujar President IYU itu.

Ia berharap, masyarakat juga harus bisa melihat pesta demokrasi ini adalah upaya untuk membangun bangsa demi memperkuat dan merawat persaudaraan sesuai ikhtiar dan amanah Pancasila.

"Setelah Pemilu mereka semua harus kembali ke kitoh kebhinekaan dan pangkuan ibu pertiwi, bahwa semua anak bangsa adalah satu sebagai bangsa Indonesia yang diikat oleh kesamaan cita-cita menuju masyarakat maju berkeadilan," imbuhnya.

Menurutnya, rasa persaudaraan sebangsa dan setanah air akan mengalahkan egoisme kepentingan politik masing-masing.

"Untuk itu kita patut mengimbau agar mereka semuanya bisa kokoh dalam persaudaraan kebangsaan, jaga keutuhan bangsa, dan perkuat kesatuan demi masa depan bangsa," tutur mantan Sekretaris Fungsi Hubungan Internasional Pengurus Pusat GMKI periode 2016-2018.

Ruben Frangky juga meminta kepada masyarakat baik yang berpartisipasi mau pun tidak untuk dapat menciptakan prinsip kekeluargaan, gotong royong, tepa selira, musyawarah mufakat sesuai nila-nilai yang terkandung pada Pancasila.

Hal ini agar sesama masyarakat tidak saling mencibir atau menabur kebencian usai pelaksanaan Pemilu yang dilaksakan lima tahun sekali.

"Siapa pun pemenangnya, ia adalah pemenang untuk kita semua. Tetapi semua elemen dan komponen pelaksana atau penyelenggara harus bersikap adil dan berlaku jujur," tuturnya.

Ruben juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat terutama saat penghitungan suara Pemilu untuk tidak menyebarkan hoaks ataupun menggiring opini spekulatif yang dapat memperkeruh suasana menjadi konsumsi sesat. Pihaknya meminta kepada masyarakat untuk memberikan peluang Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan penghitungan suara secara manual, sehingga akan diperoleh hasil lebih akurat.

"Jangan menyebar hoaks, hindari mengeluarkan kata-kata yang akan memancing suasana serta menyulut emosi orang lain dengan dukungan berbeda, karena pada hakikatnya kemenangan sejati adalah kemenangan untuk bangsa Indonesia," tegasnya.

Pewarta : Hanni Sofia
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar