Magang ke Jepang, 154 pemuda Aceh ikuti seleksi

id Pemuda Aceh,magang ke Jepang,SDM Aceh,Disnakermobduk

Para pemuda dari berbagai daerah di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara mengikuti seleksi fisik program magang ke Jepang di Banda Aceh, Aceh, Selasa (5/3/2019). Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi bekerja sama dengan The Association for International Manpower of Medium and Small Enterprises Japan (IM JAPAN) sejak 10 tahun terakhir telah mengirim ribuan pemuda Indonesia dalam program magang ke Jepang guna meningkatkan SDM agar mampu membuka lapangan kerja setelah kembali ke tanah air. (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)

Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh melakukan seleksi sebanyak 154 pemuda Aceh untuk magang ke Jepang selama tiga tahun ke depan.

"Seluruh peserta yang mendaftar untuk magang ke Jepang 154 orang, dan sekarang yang telah lulus tes hanya 26 orang," kata Kasi Pemagangan dan Peningkatan Produktivitas Disnakermobduk Aceh, Irvani.

Hal ini disampaikan Irvani usai seleksi atau tes ketahanan fisik calon peserta magang ke Jepang di Stadion Harapan Bangsa, Lhong raya, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, Selasa.

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi bekerja sama dengan The Association for International Manpower of Medium and Small Enterprises Japan (IM JAPAN) telah mengirim ribuan pemuda Indonesia dalam program magang ke Jepang guna meningkatkan SDM agar mampu membuka lapangan kerja setelah kembali ke Tanah Air.

Irvani menjelaskan, bagi pemuda Aceh yang berkeinginan melakukan magang ke Japang harus memenuhi tiga persyaratan yakni, syarat khusus, administrasi dan teknis.

Selanjutnya, pemuda Aceh yang magang ke Jepang harus melewati delapan tahapan yaitu, pemeriksaan administrasi awal, tes matematika dasar, kesamaptaan tubuh (cek fisik), ketahanan fisik, wawancara, tes kesehatan (medical check up), tes bahasa Jepang dan pembuatan paspor.

"Sekarang baru selesai empat tahapan. Kemudian, peserta mengikuti tes kesehatan dan belajar Bahasa Jepang secara mandiri dan kita sarankan melalui lembaga resmi," ujar dia.

Dalam waktu dekat ini, sebut Irvani, ke-26 pemuda Aceh tersebut akan mengikuti tes kesehatan yang langsung dilakukan oleh tim pusat dari Kementerian Kesehatan  di Banda Aceh.

"Pemuda Aceh ini bukan sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI), tapi mereka magang ke Jepang selama tiga tahun. Setiap bulan masing-masing diberikan uang saku sebesar Rp7 juta, dan saat kembali akan diberikan modal sebesar Rp75 juta," demikian Irvani. 

Baca juga: Magang ke Jepang, belasan pemuda Nagan Raya-Aceh ikuti seleksi

Baca juga: Gubernur Aceh berharap program magang terus berlanjut

Baca juga: FAJ ajak pemuda Aceh magang ke Jepang

Pewarta : Irman Yusuf
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar