Soal wabup "menghilang", menurut PDIP menghindari tekanan politik

id Mochammad Nur Arifin,Trenggalek,PDIP

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Timur terpilih yang juga Wakil Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin (tengah) mencium tangan dari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (kanan) disela-sela pelantikan DPD KNPI Jawa Timur periode 2018-2021 di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (21/7/2018). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Trenggalek (ANTARA News) - DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur ikut mengklarifikasi kasus "menghilangnya" Wakil Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin sehingga abstain kegiatan kedinasan selama sepekan lebih.

Sebagaimana rilis resmi dari DPC PDIP Trenggalek, Selasa, dijelaskan bahwa kepergian Wabup Arifin atau Gus Ipin dikarenakan adanya tekanan politik terkait sosok calon wakil bupati pendampingnya setelah nanti Ipin dilantik menjadi bupati menggantikan Emil Dardak yang sebulan lagi dilantik menjadi Wakil Gubernur Jatim.

Apalagi dalam momentum yang sama juga sedang diusulkan kandidat Sekda Trenggalek.

"Jadi Mas Ipin itu bukan menghilang. Lebih tepat menepi, mencari inspirasi. Dan saya tahu betul dia masih menyelesaikan tugasnya terutama membantu rakyat miskin yang selama ini menjadi concern-nya. Semua laporan warga kurang mampu direspons cepat," kata Ketua PDIP Trenggalek Doding Rahmadi.

Doding mengatakan, Ipin menepi besar kemungkinan karena ada tekanan politik terkait sosok wakil bupati baru setelah Ipin dilantik sebagai bupati menggantikan Emil yang bakal menjadi wagub Jatim.

"Di Trenggalek memang lagi ramai isu tekanan politik itu. Ada pihak yang memaksa Mas Ipin menyetujui sosok wabup dan sekda baru. Padahal, mungkin Mas Ipin kurang sreg dengan sosok-sosok itu. Kan ke depan ini Mas Ipin perlu sosok yang bisa diajak berlari membangun Trenggalek, jadi bukan hasil titipan atau tekanan," ujar Doding.

Jadi, lanjut dia, Wabup Arifin atau Gus Ipin menepi lebih bertujuan untuk menenangkan diri, karena ingin lepas dari tekanan.

"Masalahnya ini Mas Ipin tidak mau berpolemik terbuka karena dia menghormati atasannya. Kami tahu semua, tapi nanti biar semua desain ini terbongkar sendiri," kata Doding.

Doding kemudian menyarankan Emil untuk lebih kalem dalam menyikapi sikap diam Ipin.

"Jangan kemudian Mas Ipin menepi ini karena tidak mau berpolemik dianggap Mas Ipin bisa terus ditekan. Mas Emil ini mau jadi wagub, jadi beri teladan komunikasi yang baik ke warga kami," katanya.

Baca juga: MURI catat Gus Ipin wakil bupati termuda Indonesia

Baca juga: Wabup Trenggalek pastikan Emil sudah "pamitan"

Baca juga: Wabup Trenggalek beberkan strategi ekonomi kerakyatan


 

Pewarta : Destyan H. Sujarwoko
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar