Wapres: perlu penyesuaian HTM TN komodo

id Wakil Presiden Jusuf Kalla,Taman Nasional Komodo,penyesuaian HTM TN Komodo

Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan pernyataan pers di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (22/1/2019). (Fransiska Ninditya)

Jakarta (ANTARA News) - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan perlu ada penyesuaian harga tiket masuk (HTM) ke Taman Nasional Komodo di Provinsi Nusa Tenggara Timur karena dinilai terlalu murah.

"Kalau kita melihatnya secara wajar, memang terlalu murah dewasa ini. Tapi ditingkatkan menjadi berapa, nanti dirundingkan," kata Wapres JK kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa.

Wapres menjelaskan penyesuaian tarif tiket masuk tersebut bisa saja dibedakan berdasarkan kategori pengunjung, misalnya turis domestik, turis asing, turis berkelompok dan pelajar.

"Bisa juga dibedakan antara banyak negara seperti itu. Orang domestik dan anak sekolah bayarnya sekian, tapi untuk turis asing bayarnya sekian," tambahnya.

JK mengacu pada destinasi wisata di Kamboja, Angkor Wat, yang masuk dalam daftar situs warisan dunia UNESCO. Menurut Wapres, penerapan harga tiket masuk di Angkor Wat perlu dijadikan patokan untuk menentukan HTM TN Komodo.

"Di luar negeri, kemarin saya lihat di Kamboja, orang bayar masuk itu 50 dolar. Dan tarif itu ada aturannya keputusan menteri, memang begitu. Sejak dulu, daerah konservasi itu langsung dibawahi Kementerian (LHK) karena taman nasional," jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur NTT Viktor Bungitulu Laiskodat sempat mewacanakan akan menaikkan HTM TN Komodo menjadi 500 dolar AS untuk turis asing dan 100 dolar AS untuk turis domestik.

Sementara berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2014, tiket masuk TN Komodo untuk wisman sebesar Rp150 ribu dan Rp5 ribu untuk turis dalam negeri. 

Baca juga: Wapres: TN ditutup atau tidak, komodo tetap perlu makan
Baca juga: KLHK tanyakan alasan Pemda NTT akan tutup TN Komodo
Baca juga: Pembatasan kunjungan wisata ke TN Komodo tunggu kajian


Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar