Irwandi Yusuf: PNA dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

id Irwandi Yusuf,Gubernur Aceh nonaktif

Terdakwa kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018 dan kasus dugaan penerimaan gratifikasi pelaksanaan proyek pembangunan Dermaga Sabang, Irwandi Yusuf (kiri) dan Hendri Yuzal bersiap menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (7/1/2019). Sidang Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf beserta staf khususnya tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.

Jakarta (ANTARA News) - Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf menyatakan Partai Nanggroe Aceh (PNA) mendukung pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, pada Pemilihan Presiden 2019.

Irwandi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa, mengatakan dukungan tersebut karena berlatar belakang memiliki hubungan yang dekat dengan Presiden Jokowi.

"Walaupun saya kena OTT pada zaman Jokowi," kata Irwandi.

Irwandi menjadi terdakwa kasus menerima suap secara bertahap sebesar Rp1,05 miliar dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. Uang suap itu untuk memperlancar program pembangunan dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2018.

Kali ini, Irwandi menjalani sidang mendengarkan keterangan tiga saksi, yakni Muyassir, Munandar dan Dailami. Tiga saksi itu merupakan ajudan Bupati nonaktif Bener Meriah, Ahmadi SE yang saat ini menjalani hukuman di Lapas Sukamiskin, Jawa Barat.

Pewarta : Taufik Ridwan
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar