Kemristekdikti memotivasi produk PUI tembus pasar internasional

id Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi ,kemal prihatman

Menristekdikti Mohamad Nasir (kiri) didampingi Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Muh Syarif (kanan) melakukan panen garam secara simbolik saat Pembukaan Tambak Garam Laboratorium Lapang Pusat Unggulan (LPU) Iptek Garam UTM di Desa Padelegan, Pamekasan. Jawa Timur, Senin (11/6/2018). Dalam kesempatan itu Menristekdikti mengatakan, produksi garam nasional berkisar 1,2 juta ton hingga 1,6 juta ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 4.4 juta ton per tahun. (ANTARA FOTO/Saiful Bahri)

Yogyakarta (ANTARA News) - Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Pendidikan Tinggi  Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi memotivasi Pusat Unggulan Iptek untuk bercita-cita menghasilkan produk yang mampu menembus pasar internasional, di samping memenuhi kebutuhan dalam negeri. 

"Walaupun kita bicara lokal kalau kita tidak punya cita-cita ke luar, global, internasional percuma," kata Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan  Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi  (Kemristekdikti) Kemal Prihatman di Yogyakarta, Jumat. 

Kunjungan Kemal ke Yogyakarta dalam rangka sinergitas penguatan kelembagaan Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Kemal mengatakan produk Indonesia memang sudah seharusnya menembus pasar internasional karena Indonesia memiliki kekayaan alam serta keunikannya yang harus dikembangkan secara optimal dan sesuai permintaan pasar. 

Kemal menuturkan hingga saat ini ada 102 Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUI), 60 persen di antaranya bergerak di bidang pangan dan pertanian, kemudian disusul bidang lain seperti kemaritiman dan kelautan. 

Sebanyak 102 lembaga PUI terbagi menjadi tujuh klaster, yakni pangan pertanian, energi baru terbarukan, kesehatan dan obat, teknologi informasi dan telekomunikasi (TIK) , material baru, maritim serta mitigasi bencana. 

Dari total jumlah PUI yang ada, sebanyak 78 lembaga sudah memasukkan input, proses dan output untuk produk yang bisa dikerjasamakan. Namun dari 1.600 potensi yang bisa disinergikan dari 78 pengembang PUI, hingga saat ini ada 48 produk akhir yang baru disinergikan dan bersifat nasional.

Sebanyak 48 produk sinergi itu, yakni sembilan produk di bidang pangan pertanian, empat di bidang energi baru terbarukan, lima di bidang kesehatan dan obat, tujuh di bidang TIK, sembilan produk material maju, sepuluh produk maritim dan empat produk mitigasi bencana.

Kemal mengatakan salah satu peran lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) adalah untuk mendukung potensi lokal daerah.

Untuk itu, usaha kecil dan menengah serta pemerintah daerah dapat meningkatkan sinergi dengan PUI dalam mengembangkan potensi lokal dengan memanfaatkan kekuatan lembaga litbang. 

Kemal mengatakan pengembangan potensi lokal dengan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki tujuan utama untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat sekitarnya. 

Kemristekdikti juga mendorong peningkatan diseminasi inovasi dan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.

Selain itu, Kemristekdikti juga mendorong hilirisasi dan penerapan produk PUI dengan pihak industri dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Dia mengatakan banyak dukungan PUI dalam pengembangan potensi daerah antara lain program sawit untuk rakyat dan peningkatan produktivitas pertanian dan pemuliaan tanaman.
Baca juga: Pusat Unggulan Iptek diharapkan jawab kebutuhan Indonesia
Baca juga: ITS luncurkan Pusat Unggulan Industri Kreatif
Baca juga: 30 lembaga litbang berproses jadi Pusat Unggulan Iptek

Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar