IPB gandeng Taiwan perkuat riset laut dalam

id ipb

Sekolah Vokasi IPB pecahkan rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI)  dalam kegiatan konfigurasi paper mob dengan tampilan kreasi terbanyak. (ipbmag.ipb.ac.id)

Bogor (ANTARA News) - Institut Pertanian Bogor (IPB) memperkuat riset di bidang kelautan khususnya laut dalam dengan menggandeng National Sun Yat-sen University (NSYSU) Taiwan untuk bekerja sama di bidang pendidikan.

"Kami berharap dapat memiliki akses pada teknologi Taiwan dan lalu kita kembangkan di Indonesia," kata Rektor IPB Dr Arif Satria di Bogor, Selasa malam.

Arif menyebutkan, NSYSU memiliki keunggulan dalam peralatan laboratorium khususnya kelautan. Sementara IPB masih kekurangan peralatan riset modern untuk laut dalam.

"NSYSU lebih unggul dalam kelautannya mereka lebih maju," kata Arif.

NSYSU Taiwan termasuk top 50 QS World University di tahun 2019. Universitas yang berdiri sejak tahun 1980 ini memiliki fasilitas pendidikan dan riset yang unggul.

"Beberapa yang dikembangkan oleh universitas ini antara lain smart aquaculture, marine biotechnology, molecular ecology, teknologi bawah laut (ROV, CTD, echosounder), teknik dan ilmu komputer, material dan ilmu optoelektrik, fotonik dan masih banyak lainnya," kata Arif.

Apa yang telah dikembangkan oleh NSYSU ini sejalan dengan visi dan misi IPB yang menuju perguruan tinggi 4.0.

Untuk itu, IPB menjalin kerja sama strategis dengan NSYSU di Taiwan dengan melakukan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) dilakukan langsung oleh Rektor IPB Dr Arif Satria dan Rektor NSYSU, Ying-Yao Cheng, PhD di gedung Rektorat NSYSU pada tanggal 13 November 2018.

Penandatanganan MoU ini disaksikan langsung oleh dosen dan staf NSYSU beserta delegasi IPB, antara lain Dr. Rinekso Soekmadi (Dekan Fahutan IPB), Dr. I Wayan Nurjaya (Ketua Departemen ITK FPIK IPB), serta Dr. Neviaty P Zamani dan Dr. Hawis Madduppa

Selain itu, juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan (MoA) tentang dual master degree di bidang kelautan antara Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB dengan Departemen Bioteknologi dan Sumberdaya Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan NSYSU.

"Program Master (S2) dual degree ini akan dibuka untuk tahun ajaran 2019," katanya.

Untuk pendaftarannya, kata Arif akan dibuka pada bulan Januari 2019 dan mulai perkuliahan pada bulan September 2019.

Pada saat kunjungan ke Taiwan, delegasi IPB memberikan kuliah umum tentang bidang kelautan yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa NSYSU.

Dosen ITK dan Ketua Program Studi Pascasarjana Ilmu Kelautan IPB, Dr Neviaty P Zamani, berbagi pengalaman tentang biologi laut dan rehabilitasi habitat, serta Dr Hawis Madduppa, Dosen ITK dan Kepala Lab Biodiversitas dan Biosistematika Kelautan IPB, memberikan materi tentang biodiversitas laut Indonesia dan DNA lingkungan (eDNA).

Ketua Departemen ITK, Dr I Wayan Nurjaya, dalam kesempatan tersebut juga memberikan ulasan dan pengenalan tentang Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, mulai dari dosen kepakaran dosen, atmosfer akademik, fasilitas dan kerja sama internasional.

Delegasi IPB ini juga sudah mengunjungi berbagai fasilitas di NSYSU dan melakukan penyelaman salah satu lokasi penelitian di Taman Nasional Kenting Taiwan.

Arif menambahkan, kerjasama pendidikan dan penelitian ini memperkuat kolaborasi internasional yang telah dijalin oleh IPB dengan berbagai universitas di dunia.

"Ini sekaligus memperkokoh posisi IPB sebagai universitas mitra peneliti asing terbaik di Indonesia tahun 2018," kata Arif. 

Baca juga: Unej dan IPB jajaki kerja sama penelitian jejak karbon
Baca juga: IPB gelar Jambore perlindungan tanaman Indonesia


 

Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar