Waspadai luapan sungai bila hujan ekstrem

id banjir diy,banjir yogyakarta

Dokumentasi - Warga membawa karung berisi beras saat banjir melanda Desa Sriharjo, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (29/11/2017). (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansya)

Bantul, (ANTARA News) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta masyarakat bantaran sungai daerah ini mewaspadai banjir luapan sungai apabila terjadi hujan deras ekstrem.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Senin, mengatakan dalam menghadapi musim hujan 2018, sungai-sungai yang mengalir di Bantul masih mampu menampung air hujan sepanjang hujannya normal.

 "Namun, kalau ekstrem seperti 2017 itu memang dimungkinkan terjadi luapan-luapan di beberapa tempat, tapi kalau hujannya masih sebatas yang biasa terjadi, saya kira sungai di Bantul masih mampu menampung debit air yang turun," katanya.

Pada musim hujan 2017 memang telah berdampak banjir luapan sungai di beberapa titik bantaran sungai Bantul, hal itu karena dampak fenomena alam badai Siklon Tropis Cempaka yang berakibat hujan ekstrem.

Dia berharap hujan pada 2018 tidak seekstrem tahun lalu, meski begitu antisipasi terhadap potensi banjir itu baik oleh masyarakat maupun instansi terkait juga perlu dilakukan guna mencegah dampak yang lebih besar.

"Antisipasi harus kita lakukan mana kala ada cuaca ekstrim, dan yang paling penting bagaimana mengedukasi masyarakat, jadi masyarakat harus tahu persis ciri-ciri atau tanda-tanda bila terjadi seperti 2017," katanya.

Apabila ada potensi hujan ekstrem maka masyarakat khususnya yang tahun lalu berdampak banjir bisa meluangkan waktu mencari tempat pengungsian yang lebih nyaman, dan bisa kembali lagi setelah kondisi aman.

"Toh, tipikal banjir di Bantul itu kejadiannya tidak lama, pada tahun 2017 itu begitu siang banjir sampai malam besok paginya sudah surut, ini yang harus juga dipahami masyarakat bahwa mereka tidak lama meninggalkan rumahnya," katanya.

"Pemerintah yang bertanggung jawab mengamankan aset masyarakat yang ditinggalkan itu. Mudah-mudahan semuanya, bisa kita jaga dengan nyaman," katanya.*
 

Baca juga: BPBD teliti potensi longsor perbukitan Menoreh

Baca juga: KAI: Banjir ganggu perjalanan kereta

 

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar