NTT alami hari tanpa hujan sangat panjang

id kemarau ntt,kemarau panjang

Dokumentasi - Sungai yang kering di Kabupaten Timur Tengah Selatan, NTT. (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

Kupang, (ANTARA News) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang, menyebutkan, wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami hari tanpa hujan (HTH) dengan kategori sangat panjang (31-60 hari).

"Namun, terdapat wilayah yang mengalami hari tanpa hujan dengan kategori kekeringan ekstrem (>60 hari)," kata Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang, Apolinaris Geru di Kupang, Rabu.

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan hasil monitoring hari tanpa hujan (HTH) berturut-turut dasarian I September 2018. Wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan ekstrem adalah wilayah Kabupaten Nagekeo (sekitar Rendu), Kabupaten Rote Ndao (sekitar Olafulihaa), Kabupaten Kupang (sekitar Hueknutu dan Kupang) dan Kabupaten Belu (sekitar Weluli).

Dia menambahkan, curah hujan dasarian I September 2018 menunjukkan, seluruh wilayah NTT mengalami curah hujan dengan kategori rendah (0-50 mm).

Mengenai peluang curah hujan, dia menyebutkan berdasarkan peta prakiraan, peluang curah hujan dasarian II pada September 2018 diprakirakan berpeluang 0-20 mm dengan besaran 90-100 persen.

BMKG juga menghimbau masyarakat di provinsi berbasis kepulauan NTT itu untuk melakukan penghematan air, baik untuk konsumsi maupun untuk pertanian.

Penghematan penggunaan air ini penting dilakukan mengingat, saat ini NTT berada pada puncak musim kering dan berdampak pada masalah kekurangan air bersih.

Selain penghematan penggunaan air, pemerintah juga perlu mengambil langkah-langkah dengan menyediakan air bersih pada daerah-daerah yang rawan kekeringan. "Kondisi ini sudah berlangsung dari tahun ke tahun, sehingga saya yakin pemerintah sudah punya persiapan. Tinggal dibantu dengan kesadaran masyarakat," tambahnya.*

Baca juga: Kota Kupang mulai alami krisis air bersih

Baca juga: BMKG: NTT berada di puncak musim kering


 

Pewarta : Bernadus Tokan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar