Padang Panjang arahkan perpustakaan serbagai pusat pembelajaran

id perpustakaan

Aksen ukiran khas Rumah Gadang yang melekat pada arsitektur Masjid Asasi di Sigando, Padang Panjang, Sumatera Barat, saat dikunjungi Rabu (30/5/2018). (ANTARA/Ira Febrianti)

Padang Panjang, (ANTARA News) - Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, mengarahkan perpustakaan daerah setempat sebagai pusat pembelajaran bagi masyarakat. "Sudah ada fasilitas berupa koleksi buku dan jaringan internet di perpustakaan, dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menggali informasi sesuai kebutuhan," kata Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Padang Panjang, Yoni Aldo di Padang Panjang, Senin.

Ia menerangkan, lewat peran kelurahan, dapat digali potensi yang ada di setiap wilayah. Bila terbentur suatu permasalahan bisa dicari solusinya memanfaatkan fasilitas di perpustakaan.

Menurutnya, pemanfaatan perpustakaan sebagai pusat belajar masyarakat sesuai konsep yang dibawa oleh PerpuSeru, sebuah program yang digagas oleh Coca-Cola Foundation Indonesia sejak November 2011.

Dalam program itu penilaian masyarakat terhadap perpustakaan sebagai tempat yang membosankan hanya berisi aktivitas membaca diubah bahwa perpustakaan adalah tempat yang menyenangkan.

"Dengan aktivitas yang sudah hidup di perpustakaan, bukan tidak mungkin selanjutnya Perpustakaan Padang Panjang dapat bermitra dengan PerpuSeru dan dari sana masih banyak manfaat yang didapatkan berupa pelatihan yang sifatnya teknis," katanya.

Salah satu bentuk pemanfaatan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat, ia mencontohkan, telah dilakukan dengan merangkul pelaku usaha tanaman hias lewat sebuah diskusi di perpustakaan mengenai jalannya usaha mereka dan tetap didampingi perangkat daerah yang terkait.

Budidaya tanaman hias termasuk salah satu usaha yang cukup berkembang di daerah itu dengan produk paling diminati berupa bunga anthurium.

"Jika dari suatu diskusi misalnya diketahui ada yang terbentur modal dan pemasaran, kami arahkan dengan Bagian Perekonomian dan Diskominfo. Artinya, di perpustakaan kami gali bersama potensi dan kendala dari aktivitas masyarakat, dicari bersama solusinya lalu diarahkan pada pihak yang kompeten membantu," katanya.

Dengan dijadikan sebagai pusat belajar masyarakat, perpustakaan diharapkan akan menjadi sarana yang dapat membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat. *

 

Baca juga: 100 pendongeng ikuti Festival Mendongeng Padang Panjang

Baca juga: Padang Panjang gelar "Mendongeng 24 Jam" akhir pekan ini


 

Pewarta : Syahrul Rahmat
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar