Ibu Zumi Zola menangis usai diperiksa KPK

id Zumi Zola,ibu Zumi Zola,KPK

Tersangka kasus dugaan suap pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jambi tahun 2018 Zumi Zola mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin (9/4/2018). KPK resmi menahan Gubernur Jambi Zumi Zola usai diperiksa selama sekitar sembilan jam. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta (ANTARA News) - Hermina Djohar, ibu dari Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola tampak menangis saat awak media mencoba mengonfirmasinya seputar pemeriksaannya sebagai saksi dalam penyidikan tindak pidana korupsi penerimaan gratifikasi proyek-proyek di Dinas PUPR Provinsi Jambi Tahun 2014-2017.

Perempuan berjilbab yang memakai tutup kepala dan pakaian dengan paduan putih dan hitam itu pun irit bicara.

"Maaf ya," kata Hermina singkat, seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Rabu.

Adapun Hermina diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Zumi dan Plt Kepala Bidang Bina Marga PUPR Provinsi Jambi Arfan.

Ia langsung menuju mobil Toyota Fortuner putih yang telah menunggunya di luar gedung KPK.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan lembaganya mengklarifikasi Hermina terkait penyitaan uang dalam kasus penerimaan gratifikasi proyek-proyek di Provinsi Jambi.

"Pada yang bersangkutan penyidik mengklarifikasi sejauh mana pengetahuan saksi terkait uang yang disita penyidik di Villa sebelumnya," kata Febri.

Penyidik, kata Febri, juga mengklarifikasi Hermina tentang dugaan penerimaan gratifikasi yang telah menjadi aset.

Sebelumnya, KPK pada Selasa (22/5) juga telah memeriksa Sherin Taria, istri dari Zumi Zola sebagai saksi untuk tersangka Arfan dan Zumi Zola.

Seusai menjalani pemeriksaan, Sherin memilih bungkam saat dikonfirmasi oleh awak media seputar pemeriksaannya tersebut.

Baca juga: KPK tanyai istri Zumi Zola soal uang yang disita penyidik

Gratifikasi yang diduga diterima Zumi dan Arfan adalah Rp6 miliar.

Tersangka Zumi baik bersama dengan Arfan maupun sendiri diduga menerima hadiah atau janji terkait proyek-proyek di Provinsi Jambi dan penerimaan lain dalam kurun jabatannya sebagai Gubernur Jambi periode 2016-2021 sejumlah sekitar Rp6 miliar.

Zumi dan Arfan disangkakan pasal 12 B atau pasal 11 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Baca juga: KPK panggil dua saksi kasus gratifikasi Zumi Zola

Pewarta : Benardy Ferdiansyah
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar