Prodi farmasi diminati pendaftar SNMPTN Unsoed

id program studi farmasi ,universitas jenderal soedirman,unsoed purwokerto,snmptn 2018

Sejumlah peserta lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau lulus jalur undangan mengikuti arahan saat pendaftaran ulang di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Selasa (16/5/2017). Sebanyak 30 persen peserta lulus SNMPTN mengikuti pendaftaran ulang di Universitas Syiah Kuala. (ANTARA FOTO/Amplsa)

Purwokerto (ANTARA News) - Program Studi Farmasi dalam kelompok sains dan teknologi paling banyak diminati pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Tahun 2018, kata Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed Mas Yedi Sumaryadi.

"Jumlah pendaftar tertinggi untuk kelompok saintek (sains dan teknologi) adalah prodi Farmasi karena mencapai 1.881 orang disusul Kesehatan Masyarakat 1.631 orang, Agroteknologi 1.588 orang, Pendidikan Dokter 1.504 orang, Keperawatan 1.496 orang, dan disusul prodi lainnya," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu.

Sementara untuk kelompok sosial dan humaniora (soshum), kata dia, pendaftar terbanyak adalah prodi Manajemen yang mencapai 1.857 orang disusul Administrasi Negara 1.363 orang, Akuntansi 1.327 orang, Ilmu Hukum 1.270 orang, Ilmu Komunikasi 1.192 orang, dan prodi lainnya.

Ia mengatakan secara keseluruhan, jumlah pendaftar SNMPTN Unsoed 2018 mencapai 31.569 orang atau naik 8,53 persen dari tahun sebelumnya yang sebanyak 29.089 orang, sedangkan pendaftar bidik misi sebanyak 5.592 orang namun yang diterima hanya 151 orang atau 27 persen.

Terkait dengan pengumuman SNMPTN 2018 yang telah dilaksanakan pada tanggal 17 April, Yedi mengatakan pihaknya mencatat tingkat keketatan dari 10 program studi terketat, baik dari kelompok saintek maupun soshum.

Menurut dia, prodi Ilmu Gizi merupakan yang paling ketat dalam kelompok saintek karena keketatannya mencapai 1,371 persen disusul Farmasi 1,594 persen, Pendidikan Kedokteran Gigi 1,637 persen, Teknik Informatika 1,833 persen, Keperawatan 2,005 persen, Kesehatan Masyarakat 2,207 persen, Pendidikan Dokter 2,394 persen, Agribisnis 2,405 persen, Teknologi Pangan 2,757 persen, dan Teknik Sipil 3,204 persen.

Tingkat keketatan untuk kelompok soshum terdiri atas Manajemen 1,939 persen, Ilmu Komunikasi 2,517 persen, Administrasi Negara 2,641 persen, Akuntansi 2,713 persen, Ekonomi Pembangunan 3,488 persen, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 3,676 persen, Sosiologi 3,727 persen, Hubungan Internasional 3,853 persen, Ilmu Politik 4,670 persen, dan Pendidikan Ekonomi 4,823 persen.

"Keketatan merupakan rasio antara jumlah yang mendaftar dan jumlah yang diterima. Secara umum, ketetatan SNMPTN Unsoed 2018 rata-rata sebesar 3,48 persen, artinya dari 100 pendaftar yang diterima tiga orang. Peminat atau pendaftar SNMPTN Unsoed 2018 sebanyak 31.569 orang, namun yang diterima 1.099 orang," katanya.

Yedi mengatakan tingkat ketetatan dari tiga prodi yang ada di Unsoed masuk 20 besar secara nasional, yakni Ilmu Gizi yang menempati peringkat kelima, Farmasi peringkat kesebelas, dan Teknik Informatika peringkat ke-20.

Baca juga: Jurusan Farmasi dan Manajemen paling ketat pada SNMPTN 2018
Baca juga: 110.946 siswa lulus SNMPTN 2018

Pewarta : Sumarwoto
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar