Seorang balita hanyut di Jember

id ilustrasi tenggelam

Ilustrasi - Orang Tenggelam (ANTARANews /Andre Angkawijaya)

Jember (ANTARA News) - Seorang anak berusia bawah lima tahun (balita) Defan Adia Bishogi (3) diduga hanyut terbawa derasnya aliran sungai kecil atau parit yang berada di depan rumahnya di Desa Sanenrejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu.

"Korban diduga lari ke arah parit yang ada di depan rumah karena kakek korban sudah berusaha mencari, namun tidak ditemukan. Diduga korban hanyut di parit karena saat kejadian terpantau kondisi air parit meluap," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo di Jember.

Berdasarkan keterangan keluarganya, saat itu korban sedang bermain di teras rumah bersama kakeknya Wakit (50) dan neneknya Misti (46) di Dusun Mandilis, Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo, kemudian nenek korban masuk ke dalam rumah untuk menaruh baju milik korban.

"Saat itulah korban diduga bermain di sekitar parit hingga terseret derasnya air parit yang meluap karena tingginya curah hujan beberapa waktu lalu menyebabkan aliran air sungai cukup deras," tuturnya.

Menurutnya, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana melakukan asessment dan mengecek kejadian di lokasi tersebut, kemudian berkoordinasi dengan instansi terkait, keluarga korban, muspika, serta warga sekitar untuk mencari korban.

"Petugas juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi hanyutnya korban, namun hingga sore hari belum juga ditemukan korban dan pencarian dihentikan sementara karena kondisi sudah gelap," katanya.

Ia mengatakan petugas mengalami kendala saat melakukan penarian korban karena kondisi parit yang meluap dan keruh, ditambah dengan hujan deras di lokasi kejadian, sehingga membuat proses pencarian hanya bisa dilakukan dengan cara penyisiran di sekitar lokasi.

"Operasi SAR dimulai besok Senin (18/12) pagi pukul 09.00 WIB dengan melibatkan Basarnas, Muspika, Relawan, dan warga sekitar. Kami juga menyiapkan perahu karet serta alat pendukung operasi lainnya untuk mencari korban," ujarnya.

Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar