Jakarta (ANTARA) - Kantor berita Xinhua menyelenggarakan pameran foto di Jakarta tentang hubungan China-Republik Indonesia. Pembukaan pameran itu bertepatan dengan perayaan HUT ke-80 kantor berita China  tersebut.

"Karena alasan sejarah, telah timbul kekurangpahaman di antara rakyat kedua negara. Dengan semakin meningkatnya hubungan perdagangan di antara China dan Indonesia sekarang, maka Xinhua Gallery akan menjadi cara yang baik dan efektif guna meningkatkan saling pengertian dan persahabatan kita," kata kepala biro Xinhua di Jakarta, Yu Qianliang  kepada ANTARA, Kamis.

Pameran yang dibuka oleh Dutabesar China untuk Indonesia, Ny. Zhang Qiyue, pada Rabu malam  berlangsung di Mall Indonesia, Mangga Dua, Jakarta Utara, dihadiri oleh kalangan pejabat pemerintahan Indonesia, para pengusaha, media dan peminat-peminat foto.

Dalam pameran foto itu, kata Yu, selain ditampilkan lebih dari 150 foto bertema hubungan China-Indonesia dalam berbagai aspek, termasuk olahraga, juga dipamerkan foto-foto dari sejumlah peristiwa besar internasional guna memperluas pemahaman pengunjung akan perkembangan dunia.

Dutabesar Zhang saat membuka pameran menyampaikan ucapan selamat kepada Xinhua sehubungan dengan HUT ke-80-nya. Dutabesar Zhang juga menilai Xinhua telah menjadi salah satu kantor berita terkemuka di dunia.

"Foto-foto ini akan mendorong kita untuk memberi lebih banyak kontribusi bagi hubungan persahabatan kita," kata Dutabesar Zhang.

Setelah pembukaannya di Mall Indonesia, pameran Xinhua Gallery juga akan dilaksanakan secara permanen di Institut Konfusiu, Universitas Al Azhar Indonesia. Foto-foto akan diganti secara berkala.

Xinhua mempekerjakan lebih dari 8.000 kontributor foto dan memiliki data base foto terbesar di China dengan koleksinya yang mencapai lebih dari lima juta foto, termasuk di antaranya foto-foto saat masih berkuasanya Dinasti Qing pada abad ke-19.

Kantor Berita Xinhua didirikan pada bulan November 1931 dengan nama sebelumnya Kantor Berita China Merah (merah bermakna keberanian dan sukacita) dan baru mengganti namanya menjadi Xinhua (China Baru) pada tahun 1937.

Xinhua bermarkasbesar di Beijing dan memiliki 33 kantor cabang di seluruh wilayah China dengan lebih dari 160 biro luar negeri. Pelayanan berita dilaksanakan Xinhua 24 jam tanpa henti oleh Xinhua dalam bahasa-bahasa Mandarin, Inggris, Arab, Perancis, Rusia, Spanyol.
(E004)






Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2011