Renovasi "Surau Gadang" di Bukittinggi telan biaya Rp23 miliar

id berita bukittinggi,berita sumbar,masjid,Masjid Jamik Mandiangin ,Surau Gadang,gubernur,renovasi

Renovasi "Surau Gadang" di Bukittinggi telan biaya Rp23 miliar

Peletakan batu pertama Masjid Jamik Mandiangin atau "Surau Gadang" Bukittinggi oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di Kota Bukittinggi, Jumat (3/12/2021). ANTARA/Al Fatah.

Bukittinggi, Sumbar (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah melakukan peletakan batu pertama pembangunan kembali Masjid Jamik Mandiangin Kota Bukittinggi, satu tempat ibadah yang dikenal juga dengan sebutan "Surau Gadang" yang direnovasi dengan perkiraan biaya mencapai Rp23 Miliar.

Peletakan batu pertama dilakukan Jumat pagi, yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi, anggota DPRD provinsi yang juga mantan Wali Kota Bukittinggi, Ismet Amzis serta tokoh adat, anggota DPRD dan tokoh masyarakat lainnya.

"Dengan hadirnya masjid yang kita perbarui ini, masyarakat dan jamaah tentunya akan semakin nyaman untuk beribadah, ditambah posisi masjid yang sangat strategis, saya juga sering singgah untuk shalat di Surau Gadang ini, semoga pembangunannya sukses terselenggara," kata Gubernur.

Ia mengingatkan keberadaan masjid juga diharapkan bisa memberikan efek secara perekonomian di daerah setempat hingga pengurus harus bisa mengoptimalkan potensi setiap jamaah dan warga sekitar.

"Masjid juga memberikan efek ke masyarakat sekitar, khususnya perekonomian, ciptakanlah masjid yang representatif bagi warga dengan tetap mempertahankan ciri khasnya, semoga memberikan semangat dalam beribadah," kata Mahyeldi Ansharullah.

Wakil Wali Kota Bukittinggi Marfendi menyatakan sesuai dengan namanya jamik, ia meminta masjid ini menjadi tempat berkumpul seluruh kalangan untuk mencari solusi dan menciptakan kader agama di daerah itu.

"Masjid Jamik artinya mengumpulkan, jadikan tempat bersatu bersama, jangan sebaliknya, perbedaan itu sunatullah, persatuan tetap menjadi tujuan kita, mari jadikan masjid tempat solusi setiap masalah," katanya.

Ia mengatakan pemkot telah mencoba melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas masjid dan menambah ilmu baru bagi pengurusnya.

"Seperti studi banding ke Masjid Jogokariyan Yogyakarta beberapa waktu lalu, mari kita ciptakan SDM agamais khususnya dari Kota Bukittinggi ini, kita ramaikan masjid dimana pun yang ada," katanya.

Masjid Jamik Mandiangin atau Surau Gadang ini diketahui berdiri sejak 1.830 dan merupakan salah satu masjid tertua di Kota Bukittinggi.

Renovasi pembangunan masjid ini direncanakan dengan mendirikan lantai dasar sebagai basement dan dua lantai untuk ibadah di atasnya dengan mempertahankan beberapa ciri khas Surau Gadang sebelumnya.

Proses perencanaan pembangunan telah dilakukan sejak Juni lalu dengan diketuai oleh Syahrizal Datuak Palang Gagah yang juga seorang Tokoh Adat Kurai yang mengepalai LKAAM Kota Bukittinggi.

Rehabilitasi Masjid Jamik Surau Gadang juga pernah dilakukan sebelumnya dengan beberapa kali renovasi besar-besaran untuk penambahan kapasitas jamaah beribadah.

Masjid Jamik Surau Gadang terletak di persimpangan antara Kelurahan Campago Guguk Bulek, Kelurahan Campago Ipuah dan Kelurahan Kubu Gulai Bancah Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Baca juga: Masjid di Bukittinggi ini menerima wakaf Mobil

Baca juga: Gubernur Sumbar penceramah pertama Ramadhan di Masjid Raya Sumbar

Baca juga: ACT sediakan Lumbung Sedekah Pangan di Masjid Al Falah Bukittinggi

Baca juga: Jihad ekonomi, jadikan Bank Nagari menjadi syariah, sebut DMI Sumbar

 

Pewarta : Miko Elfisha
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar