Kemenkes: Segerakan vaksinasi tutup celah mutasi virus berkembang

id Vaksinasi,COVID1-9,Kemenkes

Kemenkes: Segerakan vaksinasi tutup celah mutasi virus berkembang

Tangkapan layar Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi dalam Dialog Rabu Utama bertajuk Kasus Turun Percepatan Vaksinasi Terus Berjalan yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu (1/12/2021). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menegaskan semua pihak perlu sesegera mungkin mengikuti vaksinasi COVID-19 untuk menutup celah mutasi virus SARS-CoV-2 semakin berkembang di Indonesia.

"Karena masih menyisakan kelompok sasaran yang belum mendapatkan vaksin, itulah yang menjadi celah virus tadi untuk menularkan dan berkembang di dalam masyarakat," kata Nadia dalam Dialog Rabu Utama bertajuk Kasus Turun Percepatan Vaksinasi Terus Berjalan yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu.

Nadia menuturkan bahwa terjadinya gelombang ketiga COVID-19 yang saat ini dialami oleh beberapa negara lainnya, dikarenakan masih ada warga yang belum divaksin sehingga membuka sebuah celah untuk virus berkembang. Meskipun cakupan vaksinasi di negara-negara itu telah mencapai 50 hingga 60 persen.

Baca juga: Epidemiolog: Kombinasi vaksin dan prokes bisa cegah Omicron

Selain menyebabkan virus menjadi berkembang, celah tersebut mempercepat virus untuk menyebarkan infeksi kepada lebih banyak orang dan akan menghasilkan mutasi-mutasi virus baru untuk melakukan adaptasi diri dengan lingkungan sekitarnya.

"Maka itu menjadi penting bahwa saat ini kita menyegerakan saudara-saudara kita yang belum mendapatkan vaksinasi dosis satu, dosis kedua supaya tadi tidak ada celah tadi untuk si virus berkembang kemudian menyesuaikan dan menghasilkan varian baru," ujar dia.

Menanggapi perlunya vaksin booster saat ini, Nadia mengatakan pemberian vaksin booster belum diperlukan. Namun, hal terpenting yang harus diperhatikan saat ini adalah seluruh masyarakat yang menjadi sasaran pemerintah, bisa mendapatkan vaksin dosis lengkap.

Baca juga: Kemenkes: Vaksinasi harus dipercepat menyusul munculnya varian Omicron

Ia juga mengatakan fokus pemerintah saat ini adalah membagikan vaksin COVID-19 pada orang-orang yang belum mengikuti vaksinasi di daerah dikarenakan ketersediaan yang terbatas.

Oleh sebab itu, masyarakat di daerah diimbau untuk tidak memilih-milih merek vaksin COVID-19 yang disediakan. Sehingga, diharapkan dapat secepat mungkin membentuk kekebalan kelompok melalui vaksin dosis lengkap tersebut.

"Yang jadi concern kita adalah ini penting untuk berbagi pada saudara-saudara kita yang belum divaksin. Karena ketersediaan vaksin ini terbatas, jadi yang paling baik ketersediaan vaksin yang terbatas ini adalah kita mencapai vaksinasi dosis lengkap tadi," tegas Nadia.

#ingatpesanibu
#sudahdivaksintetap3m
#vaksinmelindungikitasemua


Pewarta : Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar