Menag ajak masifkan kampanye 5M sambut HUT ke-76 Republik Indonesia

id Hut ri,Menag,Jokowi,Ma'ruf amin

Menag ajak masifkan kampanye 5M sambut HUT ke-76 Republik Indonesia

Tangkapan layar Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat mengikuti acara Zikir dan Doa Kebangsaan 76 Tahun Indonesia Merdeka yang diselenggarakan secara virtual, Minggu (1/8/2021). (Fransiska Ninditya)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak seluruh jajaran pimpinan pemerintahan, kementerian/lembaga, aparatur sipil negara, TNI/Polri, ulama, hingga tokoh masyarakat untuk memasifkan kampanye 5M dalam menyambut hari ulang tahun ke-76 Republik Indonesia.

"Kampanyekan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan; menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, mengurangi kerumunan, serta doa, atau kampanye 5 M+1D perlu dimasifkan agar menjangkau semua lapisan masyarakat di mana pun," ujar Menag Yaqut dalam siniar yang dipantau secara daring, Senin.

Sebelumnya pada Minggu malam, pemerintah menggelar kegiatan zikir dan doa kebangsaan menyambut peringatan HUT ke-76 Indonesia secara luring dan daring yang diikuti Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin.

Berhimpun pula para tokoh lintas agama. Mereka memanjatkan doa sesuai keyakinan dan tata cara masing-masing untuk keselamatan dan kemaslahatan seluruh bangsa.

Yaqut mengatakan dalam rangka mensyukuri kemerdekaan dan menjaga spirit serta menyempurnakan ikhtiar lahir bangsa dalam melewati masa-masa sulit bencana COVID-19, sebagai umat beragama mesti melengkapi upaya tersebut dengan zikir dan doa kepada Sang Pencipta.

Baca juga: Wapres: Bangun kekuatan seperti pejuang kemerdekaan hadapi COVID-19

Baca juga: Rayakan HUT Kemerdekaan RI ke-76 di Rumah Digital Indonesia


"Menghadapi pandemi yang hingga kini juga belum usai, perlu masing-masing kita menundukkan kepala, bersimpuh, dan memuji keagungan Tuhan, menambah kekuatan iman dan ketabahan. Pemerintah dan masyarakat harus bersatu menangani COVID-19," kata dia.

Ia mengatakan doa adalah penenang jiwa dan penumbuh harapan hidup. Kehidupan harus dijaga sebagai anugerah terbesar dari Tuhan.

Setiap bencana dan cobaan yang diturunkan Tuhan, kata dia, untuk menyadarkan manusia agar mawas diri dan kembali mendekatkan diri kepada-Nya serta mengikuti petunjuk hidup yang diberikan-Nya.

"Sejalan dengan keyakinan kita sebagai umat beragama, doa adalah senjata ampuh bagi orang beriman," kata dia.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyatakan seluruh masyarakat dan elemen bangsa Indonesia harus membangkitkan kembali kekuatan nasional untuk menghadapi pandemi COVID-19, sebagaimana dahulu para pahlawan berjuang meraih kemerdekaan.

"Kekuatan itu bisa kita bangun manakala kita bisa menumbuhkan kembali kekuatan nasional kita, yang pernah kita miliki ketika memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia," kata Wapres Ma’ruf.

Selain itu, rasa cinta terhadap Tanah Air juga harus menjadi teladan bagi seluruh rakyat Indonesia dalam menghimpun kekuatan untuk mengatasi pandemi COVID-19 saat ini.

Baca juga: Menkes ajak masyarakat beri hadiah HUT RI dengan penerapan prokes

Baca juga: Direksi BUMN lakukan pengajaran 76 sekolah Jatim

Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar