Anggota DPR minta pemerintah segera distribusikan vaksin ke daerah

id DPR, Fraksi NasDem, distribusi vaksin COVID-19, persediaan menipis,distribusi vaksin

Anggota DPR minta pemerintah segera distribusikan vaksin ke daerah

Anggota DPR RI Ratu Ngadu Bonu Wulla. ANTARA/HO-DPP NasDem

Jakarta (ANTARA) -
Anggota DPR RI Ratu Ngadu Bonu Wulla meminta pemerintah pusat untuk segera mendistribusikan vaksin COVID-19 ke daerah-daerah yang nyaris kehabisan stok vaksin.

"Diharapkan, Pemerintah bisa ekstra cepat mendistribusikan vaksin secara merata ke seluruh wilayah di Indonesia. Bahkan, ke daerah-daerah terpencil," kata Ratu dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin.

Apalagi, katanya pula, saat ini sudah ada kepala daerah yang mengeluh telah kehabisan stok atau persediaan vaksin, sementara permintaan warga untuk divaksin cenderung meningkat signifikan.

Anggota Komisi IX DPR ini khawatir jika distribusi vaksin terganggu, maka target "herd immunity" yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi akan terhambat. Sedangkan Jokowi menargetkan jika akhir Agustus 2021 pencapaian hal itu, khususnya di Pulau Jawa bisa selesai.
Baca juga: Kolaborasi Kemenparekraf-swasta percepat distribusi vaksin COVID-19
 

Saat ini, kondisi darurat dan tingkat kematian akibat COVID-19 masih tinggi, karena banyak masyarakat yang belum divaksin.

"Makanya, kita nggak boleh main-main dengan situasi pandemi saat ini, karena bisa melumpuhkan seluruh aspek kehidupan," ujar legislator dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur II ini pula.

Ratu juga berharap, dengan mempercepat pendistribusian vaksin dan terjadinya "herd immunity", maka akan bisa membantu masyarakat bangkit kembali dan memulihkan kehidupannya, termasuk juga pembangunan bisa kembali berjalan normal.

Sejumlah daerah seperti Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan beberapa daerah lainnya mengalami kekurangan stok vaksin. Akibatnya, program percepatan vaksinasi terhadap masyarakat mengalami perlambatan.

Per 24 Juli 2021, data penerima vaksinasi dosis pertama di Indonesia telah mencapai 44.107.926 orang. Sedangkan untuk dosis kedua mencapai 17.475.996 orang.
Baca juga: Kemenkes: Keterbatasan stok pengaruhi pemerataan distribusi vaksin
Baca juga: Mendag bahas kerja sama suplai dan distribusi vaksin dengan AS

Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar