Kasad: Sosialisasi dengan warga untuk perbaikan infrastruktur

id Kasad andika,banjir bandang,banjir bima,misi kemanusiaan

Kasad: Sosialisasi dengan warga untuk perbaikan infrastruktur

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa meminta seluruh personel TNI yang tergabung dalam Satgas kemanusiaan ke Kabupaten Bima dan Pulau Adonara, agar aktif bersosialisasi dengan warga setempat untuk membantu percepatan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang.

"Selama bertugas selalu senantiasa bersosialisasi dengan masyarakat yang terimbas bencana alam," kata Kasad melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Dalam menangani dampak bencana alam di Bima, dan Flores Timur TNI AD mengirimkan Kapal ADRI 48 dan Kapal ADRI 51. Dua kapal tersebut membawa ekskavator, dapur lapangan serta material jembatan.

Baca juga: Kasad: Pusat Zeni AD bantu perbaikan jembatan rusak di Bima

Para personel yang dikirim akan membantu percepatan perbaikan tiga jembatan yang rusak dan sejumlah fasilitas umum lainnya di Bima dan Pulau Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Kasad mengatakan tugas yang dijalankan oleh personel TNI merupakan misi kemanusiaan. Apalagi, masyarakat setempat khususnya yang terdampak bencana alam menantikan bantuan untuk perbaikan jembatan dan fasilitas umum lainnya.

"Jembatan ini merupakan akses penghubung sehingga sangat dinantikan masyarakat. Selamat bertugas rekan-rekan saya yakin semua punya semangat yang sama," ujar dia.

Ia berharap misi kemanusiaan tersebut bisa berjalan dengan baik sesuai dengan yang telah direncanakan. Sehingga pemulihan daerah terdampak bencana bisa kembali normal.

Senada dengan itu, Kepala Pusat Zeni Angkatan Darat Mayjen TNI Mohammad Munib mengatakan TNI AD telah memberangkatkan kapal ADRI 51 yang material dan segala kebutuhan untuk perbaikan tiga jembatan rusak di Kabupaten Bima.

Sedangkan Kapal ADRI 48 akan dikirimkan ke Pulau Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Selama 20 hari ke depan para personel TNI diharapkan dapat menyelesaikan misi kemanusiaan itu.

"Pembuatan jembatan hanya butuh waktu tiga hingga empat hari, diharapkan selesai," ujar Mayjen Munib.

Ia mengatakan bila pengerjaan jembatan selesai sesuai target maka sisa waktu akan digunakan untuk membantu kesulitan-kesulitan masyarakat lainnya.

Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Bima dan Pulau Adonara menyebabkan sejumlah fasilitas publik rusak. Bantuan yang dilakukan TNI diharapkan dapat segera memulihkan daerah yang terdampak bencana.

Baca juga: Kasad terima laporan kenaikan pangkat 16 Pati TNI AD
Baca juga: Anak Kasad tergabung tim dokter tangani hipospadia Serda Aprilio

Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar