Jawa Barat tingkatkan kapasitas pelayanan vaksinasi COVID-19

id vaksinasi jawa barat,vaksinasi covid,penanggulangan covid

Jawa Barat tingkatkan kapasitas pelayanan vaksinasi COVID-19

Seorang wartawan mengikuti vaksinasi COVID-19 di SMAN 1 Indramayu, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021). ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/rwa.

Bandung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya meningkatkan kapasitas pelayanan vaksinasi COVID-19 untuk mencapai target 150 ribu penyuntikan vaksin per hari.

"Kalau dihitung, dengan kemampuan vaksinasi yang masih 20 ribu per harinya, maka vaksinasi untuk sekitar enam juta lansia dan pelayan masyarakat pada tahap dua saja baru dapat diselesaikan dalam waktu 300 hari, itu pun baru satu dosis," kata Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil di Gedung Sate Bandung, Senin.

Menurut Ridwan Kamil, yang biasa disapa Kang Emil, kalau kapasitas pelayanan vaksinasi COVID-19 masih 20 ribu penyuntikan per hari maka penyelesaian vaksinasi di wilayah Jawa Barat bisa sampai beberapa tahun.

"Kalau bermalas-malasan maka penyuntikan vaksin di Jabar butuh waktu bertahun-tahun. Jadi boro-boro bisa tercapai herd immunity (kekebalan komunal) kalau begini," kata dia.

Guna meningkatkan kapasitas pelayanan vaksinasi COVID-19, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menambah tempat pelayanan vaksinasi.

Kang Emil mengatakan bahwa puskesmas rata-rata hanya bisa memberikan pelayanan vaksinasi COVID-19 kepada sekitar 60 orang per hari, karenanya pemerintah provinsi akan menggunakan fasilitas publik lain untuk menambah tempat pelayanan vaksinasi.

"Kita sudah menyimpulkan Jawa Barat tidak akan cukup hanya mengandalkan puskesmas," katanya.

"Oleh karena itu, Jawa Barat akan menggunakan gedung-gedung besar sebagai andalan utamanya," ia menambahkan.

Ia mengatakan bahwa pekan ini pemerintah provinsi akan fokus melaksanakan vaksinasi COVID-19.

"Penyuntikan (vaksin) untuk lansia akan dilakukan di seluruh daerah," katanya. 

Gubernur meminta bupati dan wali kota di wilayah Provinsi Jawa Barat mengecek kembali persiapan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di daerah masing-masing.

"Saya titip kepada para bupati dan wali kota, jangan sampai didemo masyarakat atau warganya karena tidak ada vaksin padahal barangnya ada," kata dia.

Ia mengatakan bahwa dari 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat saat ini baru dua kota, Bandung dan Cimahi, yang sudah selesai melakukan pendataan untuk keperluan penyuntikan vaksin COVID-19.

Baca juga:
Jawa Barat memaksimalkan penggunaan gedung olahraga untuk pelayanan vaksinasi
80 persen tenaga kesehatan Jawa Barat sudah divaksin

Pewarta : Ajat Sudrajat
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar