Sumut sudah miliki laboratorium pemeriksaan COVID-19 bergerak

id gubernur sumut

Sumut sudah miliki laboratorium pemeriksaan COVID-19 bergerak

Dokumen - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (tengah) usai video conference bersama bupati dan wali kota se-Sumut, di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Kamis. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengapresiasi dioperasikannya Mobile Laboratory Biosafety Level-2 (Mobile Lab BSL-2) oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) karena bisa mempercepat penanganan COVID-19.

"Laboratorium bergerak mempercepat 3T (testing, tracing, treatment) sehingga mempercepat upaya penanganan COVID-19," ujarnya di Medan, Jumat.

Apalagi, ujar Gubernur, jumlah warga yang terpapar COVID-19 Sumut tren meningkat usai libur Natal dan tahun baru.

Baca juga: Lab Mobile BSL 2 beroperasi di Bandara Soetta percepat tes PCR 8 jam

Pada libur itu terjadi peningkatan mobilisasi masyarakat sehingga bertambah warga yang terpapar COVID-19, walau pemerintah sudah melakukan upaya tindakan pencegahan.

"Kehadiran Mobile Lab BSL-2 sangat diapresiasi dan diharapkan dapat membantu percepatan penanganan COVID-19, " katanya.

Baca juga: Menristek dorong satgas dan pemprov miliki bus "lab mobile BSL 2"

Apalagi, ujar Edy, walau pun vaksin COVID-19 sudah sampai di Sumut, namun belum dapat diambil kesimpulan 100 persen dapa bisa menghentikan pandemi COVID-19.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, Mobile Lab BSL-2 beroperasi di Rumah Sakit (RS) Tingkat II Putri Hijau Medan.

Baca juga: Pemeriksaan COVID-19 nanti bisa melalui mobile lab

Ke depan diharapkan jumlah laboratorium bergerak itu dapat terus bertambah hingga ke kabupaten/kota sehingga membantu percepatan penanganan COVID-19.

Menurut Hammam Riza, salah satu kunci penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia adalah terus melakukan 3T itu untuk memetakan pola dan sumber penyebaran sehingga lebih cepat untuk menekan penyebaran virus corona itu.

"Mobile Lab BSL-2 yang mudah dipindahkan operasionalnya akan sangat membantu," katanya.
 

Pewarta : Evalisa Siregar
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar