Kepala Basarnas cek peralatan SAR Aceh

id Aceh,SAR,Basarnas,pemerintah aceh,provinsi aceh,pemprov aceh

Kepala Basarnas cek peralatan SAR Aceh

Kepala Basarnas RI Marsekal Madya Bagus Puruhito mengecek kendaraan ampibi di Kantor Basarnas Aceh di Banda Aceh, Selasa (17/11/2020). ANTARA/M Haris SA.

Banda Aceh (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI Marsekal Madya Bagus Puruhito mengecek kesiapan personel dan peralatan serta perlengkapan SAR di Aceh

Pengecekan tersebut dilakukan Marsekal Madya Bagus Puruhito di Kantor Basarnas Aceh di Banda Aceh, Selasa.

Dalam pengecekan tersebut jenderal TNI AU bintang tiga tersebut memeriksa satu per satu peralatan SAR, termasuk menguji kendaraan ampibi dan sepeda motor, serta kapal KN Kresna yang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.

Baca juga: Dievakuasi, pendaki di Gunung Bawakaraeng yang alami hipotermia

Kepala Basarnas RI Marsekal Madya Bagus Puruhito mengatakan peralatan dan perlengkapan SAR di Aceh termasuk yang lengkap. Peralatan dan perlengkapan SAR tersebut terus ditambah.

"Aceh miliki kapal SAR, sejumlah perahu RIB, perahu sea reader, perahu karet, kendaraan darat seperti ampibi atau ATV dan lainnya," kata Marsekal Madya Bagus Puruhito.

Lengkapnya dukungan peralatan dan perlengkapan SAR tersebut, kata Marsekal Madya Bagus Puruhito, karena Aceh merupakan wilayah yang penting.

Aceh memiliki lautan yang luas serta berbatasan dengan sejumlah negara. Aceh juga sering terjadi bencana, baik di darat maupun lautan. Karena itu, dibutuhkan peralatan dan perlengkapan SAR yang memadai.

Selain peralatan, kata Marsekal Madya Bagus Puruhito, Kantor Basarnas Aceh juga memiliki personel yang bisa diandalkan. Kendati begitu, jumlah personelnya masih terbatas.

"Namun, keterbatasan tersebut personel tersebut terbantu dengan potensi SAR lainnya seperti dari kepolisian, TNI, pemerintah daerah, serta komunitas masyarakat," kata Marsekal Madya Bagus Puruhito.

Terkait dengan Aceh, Marsekal Madya Bagus Puruhito mengatakan provinsi di ujung barat Indonesia tersebut merupakan wilayah penting bagi SAR. Karena itu, dibutuhkan unit siaga SAR yang bisa mencakup semua wilayah Aceh.

Baca juga: Kapal-heli kolaborasi cari korban speedboat tenggelam di Banggai Laut

"Untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan, kami membentuk satu unit siaga SAR baru di Takengon, Aceh Tengah. Selama ini di Aceh ada dua unit siaga SAR, empat pos SAR, dan satu kantor SAR," kata Marsekal Madya Bagus Puruhito.

Pewarta : M.Haris Setiady Agus
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar