Polisi disiagakan dalam pengosongan Stadion Andi Mattalatta

id asep pemprov sulsel, polrestabes makassar

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah didampingi Kepala Staf Kodam XIV/Hasanuddin Brigjen TNI Andi Muhammad saat mengunjungi Stadion Andi Mattalatta dalam rangka pengosongan sekaligus taksasi pembangunan. (ANTARA/HO/)

Makassar (ANTARA) - Sebanyak 300 personel gabungan Polda Sulawesi Selatan dan Polrestabes Makassar disiagakan dalam pengamanan pengosongan aset Pemprov Sulsel yakni Stadion Andi Mattalatta yang sebelumnya bernama Mattoanging.

"Kami siagakan sekitar 300 personel dan itu gabungan anggota Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar," ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono di Makassar, Selasa.

Ia mengatakan, penyiagaan anggota untuk membantu dalam proses pengosongan Stadion Andi Mattalatta. Anggota yang disiagakan itu berada di sekitar rumah jabatan Gubernur Sulsel atau lapangan apel bersama anggota Satpol PP lainnya.

Lokasi rumah jabatan sendiri tidak jauh dari Stadion Andi Mattalatta sehingga dengan satu komando saja, pasukan bisa bergerak dengan cepat.

Adapun personel polisi yang disiagakan berasal dari Polrestabes Makassar sebanyak 100 orang, Direktorat Sabhara Polda Sulsel 100 orang dan Brimob Polda Sulsel 100 anggota.

Yudhiawan menerangkan jika penyiagaan personel bagian dari langkah penertiban Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS), yang sebelumnya mengelola Mattoanging.

Baca juga: Gubernur tegaskan Stadion Mattoanging aset Pemprov Sulsel

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah meninjau langsung progres hasil perhitungan nilai aset (taksasi) rencana pembangunan Stadion Mattoanging Makassar.

"Kiami taksasi, makanya saya bilang komunikasi itu harus bagus ya, namanya kami mau membuat sesuatu, saling sipakatau (menghargai) orang. Jadi ada komunikasi yang kami bangun kita sudah mulai masuk ke tahap ini bulan sekian akan masuk ke tahap ini, begitu," katanya saya meninjau langsung Stadion Andi Mattalatta.

Nurdin menjelaskan, penyelesaian masalah seperti penertiban aset milik Pemprov Sulsel tentunya dengan mengedepankan adat istiadat sebagaimana adat masyarakat Sulsel.

"Sulsel ini punya adat istiadat yang tidak boleh luntur yaitu sipakatau, sipakalebih, sipakainga. Jangan kami ni generasi baru, ini hilang dari budaya itu, enakkan kami duduk bersama-sama memikirkan bagaimana keberlangsungan stadion ini," ungkap mantan Bupati Bantaeng ini.

Baca juga: Kejati-KPK percepat pengembalian aset Stadion Andi Mattalatta

Baca juga: Pemprov-Kejati selamatkan aset Sulsel Rp7,4 triliun

Baca juga: DPRD Sulsel lakukan mediasi polemik kepemilikan Mattoangin

Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar