Sumatera Barat untuk pertama kali tanpa penambahan kasus COVID-19

id covid sumatera barat,penanggulangan covid,dampak covid

Arsip Foto. Warga menjalankan protokol pencegahan COVID-19 saat berolahraga di taman Jam Gadang, Bukittinggi, Sumatera Barat, Kamis (25/6/2020). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/NZ

Padang (ANTARA) - Jumlah kasus COVID-19 di Sumatera Barat pada Rabu untuk pertama kalinya tidak mengalami penambahan sejak kasus infeksi pertama diumumkan pada 26 Maret 2020.

"Ini kali pertama. Sebelumnya ada tanpa catatan penambahan, tetapi karena petugas laboratorium libur dan tidak ada pemeriksaan spesimen," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumatera Barat Jasman di Padang.

Menurut dia, hingga pukul 05.00 WIB hasil pemeriksaan pada 795 spesimen menunjukkan bahwa tidak ada kasus baru COVID-19. Dalam hal ini pemeriksaan 765 spesimen dilakukan di Laboratorium Universitas Andalas dan pemeriksaan 30 spesimen lainnya dilakukan di Laboratorium Baso Agam.

"Mudah-mudahan hal ini bisa terus bertahan ke depan," katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan bahwa lima daerah di Sumatera Barat sudah berada di zona hijau, yakni Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Kota Payakumbuh, Kota Sawahlunto, dan Pasaman Barat. Kasus baru COVID-19 tidak ditemukan di lima daerah itu.

Menurut Gubernur, penularan COVID-19 di sebagian wilayah Sumatera Barat sudah cukup terkendali kecuali Kota Padang, yang dalam sepekan terakhir penambahan kasusnya cukup tinggi.

Dia menekankan pentingnya disiplin warga dalam menerapkan protokol kesehatan dalam upaya pengendalian penyebaran COVID-19.

Menurut data Dinas Kesehatan, jumlah akumulatif pasien COVID-19 di Sumatera Barat sebanyak 780 orang dengan perincian 645 orang (82,7 persen) sudah sembuh, 104 orang (13,3 persen) masih menjalani perawatan atau isolasi, dan 31 orang (3,9 persen) meninggal dunia.

Baca juga:
Tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Sumatera Barat capai 83 persen
Sumatera Barat sediakan layanan tes COVID-19 gratis bagi wisatawan

Pewarta : Miko Elfisha
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar