Pelaku penembakan tenaga medis di Wandai Papua mengaku "tentara hutan"

id Penembakan di wandai,kkb wandai

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw. (ANTARA/Evarukdijati)

Jayapura (ANTARA) - Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengaku hingga kini belum bisa memastikan kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari mana yang melakukan sejumlah penembakan dan penyerangan di Wandai, Kabupaten Intan Jaya.

Tercatat tiga warga sipil ditembak dan dianiaya hingga menewaskan dua orang, di antaranya di Wandai, termasuk tenaga kesehatan (petugas medis).

"Berdasarkan laporan yang diterima terungkap KKB yang menyerang itu menyatakan sebagai 'tentara hutan'," kata Irjen Waterpauw, di Jayapura, Selasa.
Baca juga: Seorang petugas kesehatan korban KKB di Wandai dievakuasi ke Nabire

Dia menjelaskan, selain belum bisa memastikan kelompok mana, pihaknya juga sudah menyelidiki apakah KKB yang menyerang Pos Polisi 99 Bogobaida, Kabupaten Paniai sama dengan kelompok yang menyerang tenaga medis dan warga di Wandai, Intan Jaya.

"Kasusnya masih didalami mengingat dalam penyerangan ke Pospol 99, Polri kehilangan tiga pucuk senjata api," ujar Waterpauw seraya mengatakan, akan bersinergi dengan Satgas Sirih Pinang dalam melakukan penegakan hukum di wilayah itu.

Memang saat ini dari delapan distrik, baru tiga distrik yang memiliki polsek dan yang belum memiliki polsek termasuk Distrik Wandai, kata Irjen Waterpauw pula.

Alemanek Bagau dan Koni Somou, dua tenaga medis yang tergabung dalam Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Intan Jaya ditembak dan dianiaya di Distrik Wandai, Jumat (22/5).

Akibat penyerangan tersebut menyebabkan Koni Somou meninggal karena mengalami luka tembak, sedangkan Alemanek saat ini masih dirawat di RSUD Nabire.

KKB, Jumat (29/5), kembali menganiaya dan menembak Yunus Sani (40) di Kampung Megataga, Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya.
Baca juga: Dua tenaga medis dilaporkan ditembak KKB di Wandai, satu meninggal
 

Pewarta : Evarukdijati
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar