Banyak penyu mati di Bali diduga karena cuaca ekstrim

id BPSPL Denpasar,Bali, penyu mati

Ilustrasi-Penanganan penyu terdampar di Pantai Serangan dan Pantai Kelang di TCEC Serangan, Denpasar, Bali. Jumat (1/5/2020). ANTARA/HO-Humas BPSPL Denpasar. (Antara/Ayu Khania Pranisitha)

Denpasar (ANTARA) - Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar mencatat temuan kematian penyu dominan terjadi di Pantai wilayah Kabupaten Jembrana, Kabupaten Badung, Bali dan di Banyuwangi, Jawa Timur.

"Untuk kematian penyu, data BPSPL Denpasar mencatat ditemukan ada di Pantai Kabupaten Jembrana, mulai dari desa Perancak. Kemudian di Kota Denpasar dan Badung, sering ditemukan di Pantai Kuta, Canggu dan Kedonganan, dan di Banyuwangi beberapa ditemukan di Pantai Pulo Santen dan Pantai Boom," kata Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Permana Yudiarso, saat dikonfirmasi di Denpasar, Kamis.

Ia mengatakan beberapa minggu ini telah mendapatkan laporan banyak penyu mati di wilayah Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, kemudian di Kabupaten Jembrana, dan Badung Provinsi Bali. Kemungkinan besar kejadian tersebut diakibatkan perubahan cuaca yang ekstrim.

"Kemungkinan besar akibat perubahan cuaca yang ekstrim ataupun hal lain yang kami belum ketahui, kecuali yang sudah dinekropsi dan ditemukan plastik, maka penyebabnya sudah jelas,"jelasnya.

Baca juga: BKSDA Bali lepasliarkan penyu di Pantai Kuta
Baca juga: Gubernur Bali dukung Pulau Penyu jadi KEK pariwisata

Penyu-penyu mati tersebut termasuk dalam jenis penyu yang statusnya dilindungi pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 sehingga seluruhnya langka di Indonesia.

Permana menjelaskan untuk meminimalisir ditemukannya plastik sebagai penyebab penyu mati, ada banyak hal yang bisa dilakukan mulai dari membuang sampah tanpa menggunakan plastik serta memisahkan sampah antara yang bisa diolah organik dan anorganik, misal terbuat dari plastik.

"Dari sisi regulasi, bagi pemerintah banyak hal yang dapat dilakukan untuk sampah laut. Kementerian Kelautan dan Perikanan dan beberapa pihak terkait sudah mulai melaksanakan mandat Peraturan Presiden nomor 83 tahun 2018 tentang penanganan sampah laut. BPSPL Denpasar sudah mulai melakukan banyak inisiasi mulai dari membantu Kelompok Pengolah sampah Wahyu Segara di Nusa Lembongan, Nusa Ceningan dan Nusa Penida sejak 2017, syukurnya masalah sampah sudah mulai bisa ditangani," jelasnya.

Sebelumnya, pada (24/5) telah ditemukan penyu mati di Pantai Kuta, Bali oleh salah satu warga yang melintas di wilayah tersebut. Kemudian, setelah menerima informasi tersebut pada (26/5) BPSPL Denpasar tidak melakukan pengecekan di lapangan lagi mengingat waktu kejadian sudah melewati 24 jam.

Baca juga: Polisi gagalkan penyelundupan penyu hijau
Baca juga: Pemuda Bali lepas tukik di Pantai Serangan


Pewarta : Ayu Khania Pranishita
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar