Gugus Tugas: 12 pasien positif COVID-19 di Bali dinyatakan sembuh

id sekda bali,transmisi lokal COVID-19,covid-19,pasien sembuh covid-19 di bali

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra. ANTARA/HO-Pemprov Bali/2020

Denpasar (ANTARA) - Sebanyak12 pasien positif COVID-19 di Bali telah dinyatakan sembuh sehingga total pasien sembuh menjadi 314 orang atau 74,76 persen dari total kasus yang ada.

"Saudara-saudara kita yang telah sembuh itu, empat orang merupakan pekerja migran dan delapan orang sebelumnya terinfeksi karena kasus transmisi lokal," kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made yang juga Sekda Provinsi Bali, di Denpasar, Kamis.

Dalam kesempatan itu, Dewa Indra juga menyampaikan pada hari ini juga ada tambahan lima kasus baru, yakni satu orang pekerja migran Indonesia dan empat orang kasus transmisi lokal.

"Jumlah kumulatif pasien positif COVID-19 di Bali kini menjadi 420 orang. Sedangkan yang meninggal masih tetap empat orang, semoga tidak ada pertambahan lagi ke depannya," ujarnya.

Baca juga: Pemprov Bali-Banyuwangi sepakati perketat pintu masuk lewat Ketapang
Baca juga: Gubernur Bali: Jangan pojokkan aparat soal kerumunan di Kampung Jawa


Sementara itu, untuk jumlah pasien yang dalam perawatan (kasus aktif) sebanyak 102 orang yang dirawat di sembilan rumah sakit dan dikarantina di Bapelkesmas Denpasar dan Badan Diklat BPK di Pering, Gianyar.

Dewa Indra pun kembali menyoroti masih tingginya kasus transmisi lokal, seperti hari ini empat dari lima kasus baru COVID-19 disebabkan karena transmisi lokal.

Menurut Dewa Indra, pertambahan kasus transmisi lokal menandakan masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan COVID-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing atau menjaga jarak.

"Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini," katanya.

Selain itu, Dewa Indra meminta kepada seluruh warga masyarakat, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh politik, dan semua elemen masyarakat untuk bersatu padu menguatkan disiplin  dalam penerapan protokol pencegahan COVID-19.

"Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, kami minta semua elemen masyarakat membantu dan bekerja sama dengan petugas survailans Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tracing contact untuk menemukan siapa pun yang pernah kontak dekat dengan orang yang positif COVID-19," kata birokrat asal Buleleng itu.

Baca juga: 21 warga Banjar Sayan Baleran Badung reaktif tes cepat COVID-19
Baca juga: Gugus Tugas: Pertambahan COVID-19 di Bali didominasi transmisi lokal
Baca juga: Transmisi lokal naik, pemimpin desa di Bali diminta masif sosialisasi

Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar