Menhan Malaysia sampaikan RI setuju pulangkan pekerja ilegal

id Malaysia,pekerja ilegal, corona

Sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal dari berbagai tahanan Imigrasi di Semenanjung Malaysia berada di Bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Kamis (9/4/2020), sebelum dipulangkan melalui Jakarta dan Medan. Pemerintah Malaysia memulangkan sebanyak 1.038 tahanan dalam rangka pencegahan COVID-19 bagi para tahanan di depo imigrasi selama masa Perintah Kawalan Pergerakan (MCO) atau isolasi wilayah. ANTARA Foto/Agus Setiawan

KUALA LUMPUR (ANTARA) - Menteri Pertahanan Malaysia  Ismail Sabri Yaakob mengatakan pemerintah Indonesia, Bangladesh dan Nepal telah menyetujui usulan pemerintah setempat untuk memulangkan pekerja ilegal  atau pendatang asing tanpa izin (PATI) yang didapati negatif COVID-19.

"Seperti diumumkan sebelum ini pemerintah akan mengantar pulang PATI yang didapati negatif COVID-19. Pemerintah ingin berterima kasih kepada tiga negara yang telah bersetuju dengan rencana pemerintah untuk mengantar pulang rakyat mereka," ujar Ismail Sabri Yaakob dalam pernyataannya di Kuala Lumpur, Kamis.

Dia mengatakan 4.399 PATI yang berada di Depot Tahanan Imigrasi Bukit Jalil, Semenyih dan KLIA telah selesai menjalani pemeriksaan  COVID-19 yang di antaranya  hanya 13 PATI di Depot Semenyih masih menunggu keputusan.

Baca juga: 38 WNI di depo imigrasi Malaysia positif COVID-19
Baca juga: Dideportasi, PMI ingin kerja di luar negeri lagi setelah pandemi


Turut diperiksa  353 pegawai dan pejabat Depot Tahanan terkait, yang di antaranya  satu pejabat Depot Tahanan Imigrasi Semenyih didapati positif COVID-19.

Pusat Karantina dan Perawatan COVID-19 Berisiko Rendah, MAEPS, Serdang telah mula beroperasi merawat PATI yang didapati positif COVID-19.

Hingga 27 Mei 2020 sebanyak 354 PATI dari Depot Imigrasi Bukit Jalil (305), Semenyih (45) dan KLIA (4) sedang menerima perawatan di Pusat Karantina dan Perawatan ini.

"Sejak Pusat Karantina dan Perawatan ini dibuka untuk merawat PATI sebanyak 370 PATI telah menerima perawatan dan 16 telah sembuh," katanya.

Kementerian Luar Negeri (Wisma Putra), ujar dia, akan berbincang dengan rekan sejawat di tiga negara tersebut bagi urusan pengantaran pulang.

"Wisma Putra juga telah mengantar nota kepada semua kedutaan yang mana rakyat mereka berada di Depot Tahanan Imigrasi," katanya.

Pemerintah Malaysia senantiasa memantau dan meningkatkan pengawalan kawasan sempadan negara terutama lorong-lorong tikus.

"Operasi Benteng yang melibatkan Angkatan Tentara Malaysia (ATM), Polisi Diraja Malaysia (PDRM), Agen Penegakan Maritim Malaysia (APMM) dan Agen Keselamatan Perbatasan Malaysia (AKSEM) mengawal ketat perbatasan negara secara terpadu untuk menyekat penularan wabah COVID-19," katanya.

Dia mengatakan dari 1 Mei hingga Rabu malam sebanyak 327 PATI dan 41 tekong telah ditahan karena mencoba memasuki batas negara secara ilegal terutama lorong-lorong tikus dan turut ditahan tujuh individu yang diduga penyelundup serta tujuh kapal.

"Operasi Benteng juga telah berhasil menahan 1.515 warga negara asing yang telah masuk batas negara," katanya.

Sementara itu anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati meminta  KBRI Kuala Lumpur ikut mengawal pemulangan pekerja ilegal yang ada di Depot Tahanan Imigrasi Malaysia.

Kurniasih mengemukakan hal itu dalam seminar daring  bertajuk  "Bagaimana Nasib Pekerja Migran Indonesia di Malaysia setelah COVID-19" yang diselenggarakan oleh PPI Malaysia.

Baca juga: Positif COVID-19 harian di Malaysia kembali ke dua digit
Baca juga: Malaysia lakukan tes "swab" pada pendatang ilegal di tahanan

 

Pewarta : Agus Setiawan
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar