Kemarin, soal shalat Idul Fitri hingga makanan berbuka khas Aceh

id idul fitri,COVID-19,berita humaniora

Seorang pedagang mengiris aneka dedaunan untuk membuat makanan khas Ramadhan khas Aceh, Seunicah Oen (rujak daun) yang dijual hanya pada bulan suci Ramadhan di kawasan pusat pasar Jeuram, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Senin (18/5/2020). (FOTO ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

Jakarta (ANTARA) - Terdapat beberapa berita humaniora pada Selasa (19/5) yang menarik perhatian pembaca seperti Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi yang memperingatkan shalat Idul Fitri dalam jumlah besar mendorong lonjakan COVID-19 dan larangan pemerintah melakukannya.

Tidak hanya terkait COVID-19, terdapat pula berita soal rujak daun, makanan berbuka khas Aceh.

Berikut beberapa berita humaniora kemarin yang masih menarik dibaca hari ini:

1. Menag: Shalat Id di luar rumah akan dorong lonjakan kasus COVID-19

Menag Facrul Razi memperingatkan potensi lonjakan infeksi COVID-19 yang dapat terjadi jika shalat Idul Fitri dilakukan secara berjamaah dalam jumlah besar.

Pernyataan Menag bisa disimak di sini

2. Presiden apresiasi dukungan MUI dan ormas Islam dalam cegah COVID-19

Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasinya atas dukungan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan organisasi Islam lainnya yang membantu menekan angka infeksi COVID-19.

Selanjutnya dapat dibaca di sini

3. Pemerintah larang shalat Idul Fitri masif di masjid dan lapangan

Pemerintah melarang shalat Idul Fitri di luar rumah seperti di masjid atau lapangan yang dapat menimbulkan kerumunan massa untuk mencegah penularan COVID-19.

Lengkapnya ada di tautan berikut

4. Rujak daun, makanan khas berbuka puasa warga Muslim di Aceh

Rujak daun adalah makanan khas Aceh yang biasa disantap saat berbuka puasa dan hanya dijual saat Ramadhan.

Baca soal uniknya rujak daun di sini

Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar