Menteri Edhy luncurkan sistem pembelajaran daring e-Milea

id menteri edhy,e-milea,kkp,kompetensi asn

Electronic Millennial Learning. ANTARA/HO-Kementerian Kelautan dan Perikanan/pri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo meluncurkan sistem pembelajaran daring Electronic Millennial Learning (e-Milea) sekaligus membuka pelatihan daring guna meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"ASN merupakan salah satu elemen penting dan utama dalam proses penyelenggaraan pembangunan di Industri 4.0," kata Menteri Edhy dalam acara peluncuran dengan mekanisme video konferensi dari Kantor KKP, Jakarta, Senin.

Peluncuran itu juga diikuti pelatihan bertajuk "Transformasi Diklat Berbasis Knowledge Management dan Teknologi 4.0 Menuju Smart ASN 2024" sekaligus peluncuran e-Milea diikuti oleh 439 ASN yang berasal dari seluruh unit kerja eselon I KKP.

Kegiatan itu, ujar dia, sesuai dengan salah satu fokus pembangunan nasional 2019–2024 yaitu pembangunan sumber daya manusia (SDM), termasuk ASN.

Sistem pembelajaran daring E-Milea sendiri menyediakan diklat-diklat managerial, fungsional, teknis, dan sosiokultural. Dengan sistem ini, ASN KKP dapat belajar di mana pun dan kapan pun dengan lebih efisien.

"Kami ingin menjadikan kurang lebih 13.500 ASN KKP menjadi SDM yang berkualitas dan kompetitif untuk membantu pencapaian target pembangunan nasional," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan.

Baca juga: Menteri Edhy: KUR belum terlaksana maksimal di kelautan dan perikanan

Menteri Edhy melanjutkan saat ini Indonesia masih berada di peringkat ke-77 dari 119 negara Global Talent Competitiveness Index dengan nilai 38,04.

Guna memperbaiki indeks tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menerapkan konsep Human Capital Management Strategy menuju Smart ASN 2024.

Ia mengemukakan bahwa Smart ASN ini dibutuhkan untuk menghadapi era disrupsi dan tantangan dunia yang semakin kompleks.

Smart ASN yang dimaksud, lanjutnya, memiliki beberapa kriteria seperti integritas, nasionalisme, profesionalisme, wawasan global, jiwa melayani, jiwa entrepreneurship, jaringan luas, serta kemampuan menguasai IT dan bahasa asing.

Mandat kebijakan dan perubahan paradigma pengembangan kompetensi ASN juga telah tercantum dalam misi ke-8 Presiden RI yaitu reformasi pendidikan dan pelatihan ASN berbasis pengetahuan manajemen.

"Hal ini disesuaikan dengan tantangan global, top skills 2020, serta hasil penelitian yang menyebutkan bahwa pendekatan pembelajaran klasikal semakin kurang mampu merespon kebutuhan pengembangan pegawai," ucapnya.

Baca juga: Menteri KP upayakan budi daya tambak padat karya, serap banyak pekerja

 

Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar