kami minta tidak keluar rumah jika tidak terdesak
Palembang (ANTARA) - Kasus pasien positif COVID-19 di Provinsi Sumatera Selatan yang sembuh bertambah tujuh orang dan tidak ada kasus positif baru sehingga jumlah positif COVID-19 hingga 11 Mei tercatat 278 kasus.

"Tujuh orang sembuh pada hari ini lima dari Palembang, satu orang dari Kabupaten Ogan Ilir dan satu orang dari Banyuasin," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Sumatera Selatan, Yusri, Senin.

Lima kasus sembuh asal Palembang yakni kasus 70 (perempuan 26 tahun), kasus 72 (perempuan 27 tahun), kasus 73 (laki-laki 26 tahun-lokal), kasus 75 (perempuan 26 tahun), dan kasus 78 (perempuan 75 tahun).

Dua kasus sembuh lainnya yakni kasus 76 (laki-laki 30 tahun) asal Banyuasin dan kasus 77 (perempuan) asal Ogan Ilir.

Baca juga: Musi Banyuasin operasionalkan dapur umum COVID-19 hingga 90 hari
Baca juga: Balita dua tahun di Sumsel meninggal dengan COVID-19


Dengan tambahan sembuh tujuh orang itu maka total kasus sembuh di Sumsel tercatat 64 kasus, didominasi Kota Palembang (42), kemudian OKU (empat), Prabumulih (empat), Lubuklinggau (tiga), Ogan Ilir (dua), OKI (dua), Banyuasin (dua), serta Musi Banyuasin, Pagaralam, Muara Enim, masing-masing satu orang dan dari luar daerah dua orang.

Total 64 kasus sembuh terakumulasi 23 persen dari total 278 kasus positif per 11 Mei, lebih tinggi dari total kasus meninggal yakni sembilan orang atau hanya 3,2 persen.

Meski kesembuhan terus bertambah, hal itu tidak otomatis membuat masyarakat dapat bebas beraktifitas. Gugus tugas tetap meminta masyarakat menerapkan social dan physical distancing karena kasus COVID-19 Sumsel masih berada pada fase naik

Baca juga: Penyumbang positif COVID-19 terbesar kedua di Sumsel Kota Lubuklinggau
Baca juga: Bayi TKI asal Ogan Ilir sembuh dari COVID-19


Ia menjelaskan bahwa gugus tugas tengah berupaya meningkatkan kapasitas pemeriksaan swab di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang agar kasus-kasus positif lebih cepat ditemukan dan bisa dikarantina serta orang-orang yang terkontak segera dilacak.

"Maka itu masyarakat kami minta tidak keluar rumah jika tidak terdesak, bisa jadi ada Orang Tanpa Gejala (OTG) yang membawa COVID-19 lalu menularkanya saat berinteraksi atapun ketika berada di lokasi kerumunan seperti pasar," tambah Yusri.

Dengan gambaran tersebut upaya pencegahan dengan menggunakan masker juga menjadi sangat penting saat ini, sebab COVID-19 paling cepat menular lewat hidung dan mulut, kata dia.

Sementara temuan 278 kasus positif COVID-19 di Sumsel hingga 11 Mei tersebar di Kota Palembang (zona merah) dengan 150 kasus, disusul Lubuklinggau (zona merah) 35 kasus, Banyuasin (zona merah) 15 kasus, Prabumulih (zona merah) 13 kasus, Kabupaten Ogan Komering Ilir (zona kuning) 12 kasus, dan OKU (zona merah) 11 kasus.

Sedang kasus lainnya tersebar di delapan wilayah zona kuning, yakni Ogan Ilir (delapan), Musi Rawas (delapan), Lahat (enam), Muara Enim (tiga), Musi Banyuasin (tiga), Muratara (dua), serta Pagaralam dan OKU Timur masing-masing satu kasus, khusus dari luar Sumsel, namun dirawat di Sumsel sebanyak sembilan kasus.

Baca juga: Gugus Tugas Sumsel ingatkan zona hijau COVID-19 tidak lengah
Baca juga: BBLK Palembang naikkan kapasitas uji swab hingga 254 sampel per hari
Baca juga: Dua ABK Pertamina asal Makassar positif COVID-19

Pewarta: Aziz Munajar
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2020