Pemkot Makassar siapkan 20 ribu alat rapid tes massal

id Rapid tes massal, pasar tradisional, Makassar, Sulawesi Selatan, pejabat wali kota Makassar, M Iqbal Suhaeb, tes massal, ojol, tukang parkir, pedagang

Tim kesehatan gugus tugas COVID-19 mengambil sampel darah saat rapid tes di pasar Kalimbu, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (9/5/2020). FOTO ANTARA/HO/Pemkot Makassar.

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan kembali menyiapkan 20 ribu alat rapid test untuk melaksanakan tes Coronavirus Disease (COVID-19) secara massal di sejumlah pasar tradisional dan tempat keramaian mulai 12-15 Mei 2020.

"Untuk pasar, satu hari empat pasar. Kami siapkan petugas dari puskesmas. Alatnya, nanti kami siapkan sampai 20 ribu," ujar Pejabat Wali Kota Makassar, M Iqbal Suhaeb, di sela penyaluran bantuan Sembako dari Presiden, Minggu.

Ia menjelaskan, rapid test massal tersebut difokuskan pada tempat keramaian seperti pasar tradisional. Hal ini bertujuan guna pemutusan mata rantai penyebaran virus corona.

"Semua pedagang pasar (mendapat rapid test) termasuk para kolektornya," papar mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan itu.

Sementara untuk pemeriksaan bagi tukang parkir dan ojek online (Ojol), kata Iqbal, tim yang ada puskesmas akan melaksanakannya. Sementara di pasar-pasar dilakukan tim kesehatan gugus tugas COVID-19.

"Untuk di pasar, bagi pedagang pasar, dan khusus di puskesmas, untuk tukang parkir dan ojol," papar Iqbal menjelaskan.

Sebelumnya, tim kesehatan Gugus Tugas COVID-19 Makassar telah mengambil sampel pemeriksaan rapid test kepada sejumlah pedagang di Pasar Tradisional Kalimbu, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.

Langkah petugas kesehatan tersebut diambil untuk mengetahui sejauh mana penyebaran Corona di tengah masyarakat utamanya di daerah keramaian seperti pasar tradisional maupun tempat publik lainnya.

"Pasar tradisional memang menjadi salah satu prioritas kami untuk diambil sampelnya. Karena disana tempat berkumpulnya orang-orang untuk membeli kebutuhan pokok," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin.

Baca juga: Rapid test, tiga jamaah sholat tarawih di Makassar positif COVID-19

Ia mengungkapkan, sejauh ini Dinas Kesehatan telah menyiapkan 10.000 alat rapid test yang disebar pada semua puskesmas. Dari jumlah itu, sudah ada enam ribuan yang digunakan dan tiga ratusan ditemukan hasilnya reaktif Corona.

Pengambilan sampel di pasar tradisional itu, kata dia, sebagai langkah awal untuk persiapan pelaksanaan rapid test massal yang akan dilaksanakan pekan depan di beberapa lokasi penyebarannya cukup tinggi.

Direktur Operasional Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya, Saharuddin Ridwan menyebut, rapid test massal rencana digelar selama empat hari mulai 12-15 Mei 2020. Dijadwalkan rapid tes massal akan dilaksakan pada 16 pasar tradisional wilayah Makassar.

"Rencananya, satu hari ada empat pasar tradisional di laksanakan rapid tes, mungkin secara acak. Tes ini difokuskan pada pedagang dan pegawai kantor unit pasar. Untuk jumlahnya masih didata selanjutnya diberikan kepada gugus tugas," katanya.

Ia menambahkan, semua pasar punya potensi penyebaran COVID-19, sebab transaksi jual beli masih secara langsung dan tetap ramai. Kendati demikian, pihaknya terus mengimbau pedagang dan pembeli tetap menjalankan protokol kesehatan yakni Phisycal Distancing atau jaga jarak fisik.

Sejumlah pasar yang terpantau masih ramai seperti pasar Terong, Pabaeng-baeng, pasar Cidu, pasar Kalimbu, dan sejumlah pasar lainnya. Rencana pasar ini akan dilakukan rapid test dalam waktu dekat.

Sedangkan Pasar Butung serta Makassar Mall tetap memiliki potensi cukup tinggi. Namun, aktivitas kedua tempat tersebut mulai berkurang sejak diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Baca juga: Puluhan jamaah masjid Ridha Makassar jalani rapid test

Baca juga: Pemkot Makassar laksanakan rapid test massal COVID-19

 

Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar